AnaZ SMPN 23 SbY. Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Together: ANAZ SMPN 23 SBY
Time goes by quickly, while the pressure of living increase. Where everything looks blurred even darker. But do not be afraid, Allah SWT is always giving instructions to his servant, who is always patient and trust. Do not despair, because despair is a sin. Prayer and endeavor is the way to success.

H. Sugeng Pramono is an example of success through prayer and endeavor, by diligence and hard work that dilakoninya. H. Sugeng Pramono can enjoy a happy life. With IZI Allah SWT, reflecting what it wanted could be obtained easily.

Being useful to others is one of the H. Sugeng Pramono. Mengingkatkan to people that things can happen on earth if Allah wills, fate can not be changed, but fate can be changed. By what fate can be changed? Obviously with prayer and effort. That's according to the word of Allah in the Quran:

"Verily Allah will not change the fate of a people is that they themselves change their destiny ..." (Ar-Ra'du: 11)

Friends of the reader, to achieve a success not only worked diligently studying and working, all it takes perseverance and hard work as well as regular and sincere prayer. Do not do something with forced or coerced, by all means to submit to Allah SWT.

Rest assured that we are able to achieve that success, encouragement and motivation is also very necessary to further detail the support and enthusiasm that we keep trying. The existence of the people we love is one of the factors to be successful.

Hopefully this brief description useful for the reader friend.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Cobaan Hidup Dan Kualitas Iman

Bersama : ANAZ SMPN 23 SBY

Apakah wujud ujian iman itu? jawabnya adalah Cobaan Hidup. Namun perlu saya kemukakan disini bahwa yang dimaksud dengan cobaan hidup itu tidak hanya berupa penderitaan, seperti mengalami bencana banjir bandang, diterjang angin puting beliung, dirampok, mengalami kebakaran, atau tragedi lainnya, melainkan juga berupa kenikmatan semacam memiliki harta benda yang banyak, menduduki jabatan, atau posisi tinggi dan strategis. Bagi Allah, apa saja di alam semesta ini dapat digunakan sebagai sarana ujian iman makhluknya.
Jadi, siapa saja dikatakan telah mencapai derajat spiritualitas atau iman yang tinggi dan berkualitas manakala dia lulus dari ujian iman. Hal ini sejatinya sudah diterangkan oleh Allah SWT dalam Kitab Suci-Nya, Al-Qur'an, surat 29 ayat 2-3, yang terjemahannya adalah, "Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan : "Kami telah beriman", sedang mereka tidak di uji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesunguhnya Dia mengetahui orang-orang yang berdusta.
Demikianlah dalam kehidupan ini. Cobaan hidup atau musibah diturunkanoleh Allah SWT kepada manusia untuk menunjukkan apakah spiritualitas kita benar-benar tertancap kuat dalam jiwa kita, mempribadi dalam diri kita ataukah hanya lahiriah, eksoteri semata. Singkatnya, dari cobaan hidup atau musibah itu akan kelihatan apakah ibadah kita kepada Allah SWT itu berpengaruh pada jiwa kita ataukah tidak. iman kita benar-benar 24 karat atau hanya palsu belaka.
Jadi, sejatinya apakah spiritualitas kita itu berkualitas ataukah tidak ditentukan oleh bagaimana sikap, perbuatan, pikiran, dan ucapan kita sewaktu mengalami cobaan hidup atau musibah, bukan ditentukan oleh banyak sedikitnya kita melaksanakan ibadah. Jika sewaktu menjalani cobaan hidup kesengsaraan kita bersikap sabar, tawakal, tidak putus asa, bahkan memperbanyak ingat kepada Allah SWT, serta sewaktu menjalani cobaan hidup kenikmatan kita bersikap membelanjakan kenikmatan itu sesuai dengan aturan Allah SWT, bukan untuk menuruti hawa nafsu, maka itu bukti bahwa spiritualitas kita memang berkualitas. Ibadah dan pelaksanaan ajaran agama kita selama ini benar-benar mempengaruhi jiwa kita dan mempribadi dalam diri kita. bila tidak demikian, itu berarti ibadah dan pelaksanaan ajaran agama kita selama ini hanya lahiriah, sekedar hiasan, dan sia-sia.
Dalam islam, ibadah atau pengabdian kepada Allah SWT dapat dikelompokkan kedalam dua kelompok besar : (1) Ibadah mahdhah, yaitu ibadah pokok dan minimal yang harus dilaksanakan oleh setiap orang yang mengaku islam, dan (2) Ibadah tambahan (sunnah), yakni ibadah yang berpahala apabila dilaksanakan dan tidak berdosa bilamana ditinggalkan. yang termasuk ibadah mahdhah adalah apa yang disebuat Rukun Iman dan Rukun Islam. Sedangkan yang tergolong ibadah tambahan (sunnah) seperti shalat rawatib, shalat tahajud, shalat tarawih, puasa senin-kamis, sedekah, dan masih banyak lainnya.
Singkatnya, uraian diatas dengan jelas dan tegas menunjukkan kepada kita bahwa dalam menjalankan ajaran agama, kita hendaknya lebih mengutamakan kualitas bukan kuantitas. Maksudnya, kalau nyatanya kita hanya mampu dan sempat melaksanakan ibadah mahdhah saja, tampa sempat melaksanakan ibadah tambahan (sunnah), kita laksanakan ibadah itu sebaik-baiknya sampai mempribadi dalam jiwa, sehingga ibadah itu menjadi obor dan pembimbing bagi kita dalam menghadapi segala macam cobaan hidup didunia ini dengan baik dan sukses. Spiritualitas atau iman demikian inilah yang disebut spiritualitas atau iman yang berkualitas dan membawa kita menggapai kebahagiaan lahir-batin dan dunia-akhirat.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Ujian Dan Nikmat Alloh S.W.T Berikan

Allah menguji kita dengan sesuatu yang sangat kita sayang, kita diberi cobaan dengan kehilangan.

Allah menguji kita dengan sebuah impian yang amat kita harapkan, kita terduduk berlinang airmata saat impian gagal digapai.

Ya. Kita kan hamba pada-Nya yang Esa, kita juga hadapi ujian yang sama seperti ini. Sesungguhnya yakinlah DIA pemberi segala, kerana segalanya kepunyaan-Nya.

Saat ditariknya nikmat yang ada, DIA sedang mengaturkan untukmu sesuatu yang lebih berharga. Jangan bersedih, dunia ini tidak selayaknya ditangisi.

La Tahzan, jangan bersedih, karena hal itu tak selayaknya untuk ditangisi, bersyukurlah karena telah diberikan nikmat oleh-Nya. Jangan selalu berprasangka buruk atas nikmat yang telah diberikan.

Terkadang sesuatu yang rutin kita terima menjadi biasa dan tidak berarti apa-apa. Dan kita baru merasa kehilangan ketika ia tidak kunjung hadir kembali. Maka bersyukurlah atas apa yang kita miliki, atau kita hanya bisa menyesalinya karena terlambat menyadari kehadirannya.
Sometimes what we receive a regular routine and do not mean anything. And we just feel lost when she did not come back. So be grateful for what we have, or we can only regret it because it's too late to notice him.

Sobat, berbanggalah dengan dirimu sendiri atas apa yang telah kamu raih, jangan sesekali menyangka bahwa Tuhan tidak adil, itu hanya pikiran orang bodoh. Orang pintar tidak akan mengatakan bahwa Tuhan itu tidak adil. Ia akan berfikir mengapa dia seperti ini, itulah kunci kesuksesan yang cukup sederhana, Berfikirlah. Karena fikiran mampu membuat kita semakin cerdas.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Article Islamic-Dialog With Eath





Abdullah bin Iyas tells of his father, that one day Umar bin Abdul Aziz delivered the corpse to the grave his family. When the other bridesmaids had left, Omar and one of his companions remained in the grave. Companions asked, 'O Commander of the Faithful, the bodies that you have left Take it, do not you also want to leave?
Islamic Articles - Dialogue With the Land
Umar replied, Yes, I also want to leave, only burial that was behind me as if to call me and say, O Umar, do you not want to ask me about what I've done against one you love this?

yes

I have been tearing up the winding sheet, tore his body, sucking blood and eating his flesh.

Do not you want to ask about what I had done to his limbs?

YES

I have removed one by one the palms of hastanya bone, two bones hastanya of the upper arm bone and the upper arm from the shoulder bone. I also have removed both thigh bones of both legs, both legs of ruasnya, both ruasnya from calf bone and both legs from his feet.

A moment later, Umar wept and said, Is not a mortal world. A noble person would be contemptible, the rich will become poor, young and old will fade from life as well be dead as well?

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

MENDENGAR DAN TAAT KEPADA FIRMAN ALLAH SWT DAN HADIST

MENDENGAR DAN TAAT KEPADA FIRMAN ALLAH SWT DAN HADIST - Tidak ada satu ayat atau Hadis pun yang menerangkan bahwa ciri manusia berakal adalah banyak bicara. Orang yang berakal lebih banyak diam, merenung, dan berkonsentrasi mengerahkan kekuatan berpikirnya untuk menggali berbagai mutiara hikmah. Teladan terbaik dalam hal ini tidak lain adalah Rasulullah sendiri. Jabir bin Samurah mensifati Nabi dengan mengatakan, "Nabi lebih banyak diam dan sedikit tertawa," (Riwayat Ahmad). Maka pantaslah bila Allah Ta’ala memberinya keistimewaan berupa jawami' al-kalim (kata-kata singkat tapi padat makna)

Mendengar dan Taat Kepada Firman Allah SWT dan Hadist
Satu ciri khas orang yang berakal dinyatakan dengan jelas pada akhir ayat 18 surat Al-Zumar [39], yaitu lebih banyak mendengar.

Satu-satunya rumus untuk menjadi manusia yang baik adalah menaati petunjuk Sang Pencipta yang terangkum dalam wahyu-Nya. Dalam rangka itu mesti ada proses penerimaan informasi mengenai tuntunan tersebut. Tersumbatnya informasi berakibat fatal. Manusia bisa gagal menjadi baik.

Jadi, Allah Yang Maha Bijaksana tidak mungkin menutup pintu informasi tersebut bagi hamba-Nya. Inilah yang diterangkan Allah Ta'ala dalam al-Qur'an: "Sesungguhnya mahluk bergerak yang bernyawa yang seburuk-buruknya pada sisi Allah ialah; orang-orang yang tuli dan bisu yang tidak mengerti apa-apapun. Kalau sekiranya Allah mengetahui kebaikan ada pada mereka, tentulah Allah menjadikan mereka dapat mendengar." (Al-Anfal [8]: 22-23)

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: "Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia. Mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu bagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai." (Al-A’raf [7]: 179)

Pada ayat ini dengan jelas Allah Ta’ala memberikan syarat untuk menjadi manusia yang sesungguhnya, yakni mutlak harus menjalankan tiga fungsi tersebut yang salah satunya adalah pendengaran.

Ciri utama orang tercela adalah tuli alias tidak mau mendengar.

Allah Ta’ala, dalam al-Qur`an surat Al-Baqarah [2] ayat 171, mengumpamakan orang-orang yang menyeru kepada orang-orang kafir seperti penggembala yang memanggil binatang ternak. Binatang-binatang itu tak akan mendengar selain seruan saja. Mereka tuli, bisu dan buta. Mereka sama sekali tidak mengerti.

Allah Ta’ala juga memberi sifat kepada orang-orang yang mendustakan ayat-ayat-Nya, sebagaimana disebutkan dalam al-Qur`an surat al-An’am [6] ayat 39, laksana orang yang pekak, bisu, dan berada dalam gelap gulita.

Adapun orang-orang munafik, kata Allah Ta’ala dalam Surat al-Baqarah [2] ayat 17-18, seperti orang-orang yang tuli, bisu dan buta. Mereka tidak akan kembali ke jalan yang benar. Kita mengenali petunjuk Allah, menerimanya sepenuh hati akan membawa kita kepada kebaikan didunia dan akhirat. Semoga Allah memudahkan kita menerima kebenaran yang mutlak yaitu dari Al Qur'an dan Sunnah, tanpa banyak membantah, amin yaa Robbal 'alamiin.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

                               

                                       بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

                             Munahakat

Bismillahirohmanirohim…..Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memaknakan dalam haditsnya, menikah adalah menyempurnakan setengah dari agamanya. Ungkapan ini menegaskan betapa pernikahan menduduki posisi yang mulia dalam Islam. Nikah sebagai kata serapan dari bahasa Arab bila ditinjau dari sisi bahasa maknanya menghimpun atau mengumpulkan. Kata ini bisa dimutlakkan pada dua perkara yaitu akad dan jima’ (“hubungan” suami istri). Nah sercara syar’i tuh nikah artinya seorang pria mengadakan akad dengan seorang wanita dengan tujuan agar ia dapat istimta’ (bernikmat-nikmat) dengan si wanita, dapat beroleh keturunan, dan tujuan lain yang merupakan maslahat nikah.
Akad nikah merupakan mitsaq (perjanjian) di antara sepasang suami istri. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَأَخَذْنَ مِنْكُمْ مِيثَاقًا غَلِيظًا
“Dan mereka (para istri) telah mengambil dari kalian (para suami) perjanjian yang kuat.” (An-Nisa`: 21)…
Akad ini mengharuskan masing-masing dari suami dan istri memenuhi apa yang dikandung dalam perjanjian tersebut, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا أَوْفُوا بِالْعُقُودِ


“Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah akad-akad (perjanjian-perjanjian) kalian.” (Al-Ma`idah: 1)
heuheu…yups…pokoknya urusan gini2an mah wajar dan normal buat manusia…siapapun yang ngebaca tlng tanggapi seadanya aja gak usah terlalu berlebihan heuheu..Yups sekarang banyak orang2  memberikan reaksi aneh & berlebihan pada perihal munakahat ada pula yang mensyaratkan macem2 yang susah dimengerti oleh manusi` biasa heuheu ah gak usah dibahas lebih detail..padahal ada dalilnya loh kalo kita tuh mesti nikahin wanita yang kita sukai  nih dalilnya Allah swt berfirman :
فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ
“Nikahilah oleh kalian wanita-wanita yang kalian senangi.” (An-Nisa`: 3)
Yups memang dari pernikahan banyak diperoleh faedah-faedahnya diantaranya

1. Dengan pernikahan akan terjaga kemaluan lelaki dan perempuan, akan menundukkan pandangan keduanya dari melihat apa yang tidak halal dan menjaga diri dari istimta’ (berlezat-lezat) dengan sesuatu yang haram, yang dengan ini akan merusak masyarakat manusia.

2. Menjaga kelestarian umat manusia di muka bumi karena dengan menikah akan lahir generasi-generasi penerus bagi pendahulunya.

3. Memperbanyak umat Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan keturunan yang lahir dalam pernikahan sehingga menambah hamba-hamba Allah Subhanahu wa Ta’ala yang beriman, yang dengannya dapat mewujudkan keinginan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk membanggakan banyaknya umat beliau. Tentunya hal ini akan membuat marah orang-orang kafir dengan lahirnya para mujahidin fi sabilillah yang akan membela agamanya. Di samping juga akan ada saling membantu dalam melakukan pekerjaan dan memakmurkan alam ini.

4. Menjaga nasab, mengikat kekerabatan dan hubungan rahim sebagian mereka dengan sebagian yang lain. Seandainya tidak ada akad nikah dan menjaga kemaluan dengan pernikahan, niscaya akan tersia-siakan nasab dan keturunan manusia. Akibatnya kehidupan di dunia ini menjadi kacau tiada beraturan. Tidak ada saling mewarisi, tidak ada hak dan kewajiban, tidak ada ushul (asal muasal keturunan seseorang), dan tidak ada furu’ (anak keturunan seseorang).

5. Pernikahan akan menumbuhkan kedekatan hati, mawaddah dan rahmah di antara suami istri. Karena yang namanya manusia pasti membutuhkan teman dalam hidupnya yang bisa menyertainya dalam suka duka dan bahagianya.
nih Allah SWT berfirman :
وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, Dia menciptakan untuk kalian istri-istri dari jenis kalian sendiri agar kalian merasa tenang dengannya dan Dia menjadikan mawaddah dan rahmah di antara kalian. Sesungguhnya yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mau berpikir.” (Ar-Rum: 21)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

We seek forgiveness, It Needs

                                       بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

 Forgiveness means to ask God Almighty to the weakness and the dark side as well as the odor we covered by him. Prompts reproduce real beristighfar teaches us that every time an increase in the quality of our self. Both in terms of mental, spiritual, and material science. Seek forgiveness, not just spoken in the mouth, but terhunjam in the liver and is followed by good deeds can erase mistakes. With emphasis on educating our forgiveness sentence to always align and purify our intentions and deeds.We seek forgiveness, It NeedsAllah He will say, "And whosoever does evil and tortured him, then he ask forgiveness of Allah, he found Allah Forgiving, Most Merciful." (Surah An-Nisa (110).


Lots of sentences forgiveness coupled with repentance, forgiveness means here the expression for oral and beg for forgiveness with repentance, an expression of innocent of sin with a heart and limb. Laws like the law of prayer asking forgiveness. If He wishes he granted it and forgive the perpetrator, especially if out of a sincere confession, or done at efficacious (granted), like the dawn of time, completed the obligatory prayers. And seek forgiveness, it is best to begin by praising him confess all the sins and seek forgiveness of Him."From Abu Hurairah ra from the Prophet that he said: By Allah I'm really sorry to God and confess Him as much as 70 times a day." (Narrated by Bukhari & Muslim).If a slave hoping to bring the heart, purify obedience to Him and perfect its terms and eliminate the barrier, even though all my sins pile sky, then He will forgive him.Al-Hasan said: Expand forgiveness in your houses and your food on the table, and dijalanmu, in your market and in majlismu and wherever you are, because you really do not know when the fall of forgiveness.Qotadah Imam said: Verily this Qur'an to show you on your illness and your medicine, as for the sins of the illness is that you do and your medicine is forgiveness.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Cerita Motivasi-Berkat Kejujuran

                                          بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
Ini merupakan sebuah Cerita Motivasi yang cukup menarik tentang sebuah kejujuran. Ya, terkadang kita selalu menganggap remeh sebuah kejujuran, padahal nilainya amat tinggi dan sangat terpuji. Jika kita selalu melakukan hal ini (kejujuran) niscaya kita akan selalu dalam lindunganNya, dimanapaun kita berada. Sikap jujur hendaknya selalu kita tanamkan kepada anak-anak kita sejak dini.

Berikut ini merupakan secuil kisah yang cukup inspiratif mengenai sebuah kejujuran yang dilakukan oleh seorang bocah, berkat kejujurannya ia mampu membuat orang lain sadar dan insaf dari kesalahannya. Silahkan simak Cerita Motivasi berikut ini.


Cerita Motivasi - Berkat Kejujuran

Cerita Motivasi - Berkat Kejujuran
Syeikh Abdul Kadir semasa berusia 18 tahun meminta izin ibunya merantau ke Baghdad untuk menuntut ilmu agama. Ibunya tidak menghalang cita-cita murni Abdul Kadir meskipun keberatan melepaskan anaknya berjalan sendirian beratus-ratus batu.

Sebelum pergi ibunya berpesan supaya jangan berkata bohong dalam apa jua keadaan. Ibunya membekalkan wang 40 dirham dan dijahit di dalam pakaian Abdul Kadir. Selepas itu ibunya melepaskan Abdul kadir pergi bersama-sama satu rombongan yang kebetulan hendak menuju ke Baghdad.

Dalam perjalanan, mereka telah diserang oleh 60 orang penyamun. Habis harta kafilah dirampas tetapi penyamun tidak mengusik Abdul Kadir kerana menyangka dia tidak mempunyai apa-apa. Salah seorang perompak bertanya Abdul Kadir apa yang dia ada. Abdul Kadir menerangkan dia ada wang 40 dirham di dalam pakaiannya. Penyamun itu hairan dan melaporkan kepada ketuanya. Pakaian Abdul Kadir dipotong dan didapati ada wang sebagaimana yang diberitahu.

Ketua penyamun bertanya kenapa Abdul Kadir berkata benar walaupun diketahui wangnya akan dirampas? Abdul Kadir menerangkan yang dia telah berjanji kepada ibunya supaya tidak bercakap bohong walau apa pun yang berlaku. Apabila mendengar dia bercakap begitu, ketua penyamun menangis dan menginsafi kesalahannya. Sedangkan Abdul Kadir yang kecil tidak mengingkari kata-kata ibunya betapa dia yang telah melanggar perintah Allah sepanjang hidupnya. Ketua penyamun bersumpah tidak akan merompak lagi. Dia bertaub`t di hadapan Abdul Kadir diikuti oleh pengikut-pengikutnya.

Moral dan Iktibar :
  • Ilmu Agama perlu dituntut meskipun terpaksa berjalan jauh;
  • Kata-kata ibu menjadi pendorong dan perangsang dalam hidup;
  • Berkata benar adalah satu kekuatan yang boleh memberi keinsafan kepada orang lain;
  • Niat yang baik dan ikhlas mendapat keberkatan daripada Allah.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Istighfar dan muhasabah

                                            بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
Istighfar dan muhasabah ( Introspeksi diri ) Rasulullah SAW merupakan sikap syukur kepada Allah SWT atas nikmat-nikmat yang diberikan sekaligus sebagai contoh untuk umatnya. Nabi SAW adalah pribadi yang ma’shum bebas dari dosa. Meski begitu menurut sebagian ulama’, disamping sebagai uswah, istighfarnya adalah untuk perkara-perakara yang mubah dilakukan Rasulullah SAW, bukan untuk kesalahannya. Maka, kita mestinya lebih banyak lagi melakukan penyadaran diri ini. Karena kita manusia yang tidak ma’shum, tidak memiliki jaminan di akhirat kelak.

Coba bandingkan diri kita dengan Rasulullah SAW, sosok yang sudah jelas-jelas dijamin syurga dan kehidupan akhiratnya oleh Allah. Beliau masuk melakukan introspeksi diri sehari dengan memohon ampunan selama seratus kali (HR. Muslim). Dalam riwayat Imam Bukhari disebut tujuh puluh kali.

Istighfar dan Muhasabah
Jika kita yang manusia biasa, tidak sekalipun bermuhasabah atau introspeksi diri dalam sehari, maka kita sesungguhnya dalam keadaan ’tidur’. Tidak melihat sedang dimana kita, siapa kita dan akan kemana nantinya diri ini. Atau kita adalah orang sombong, sehingga tidak perlu bermuhasah. Umar bin Khattab r.a pernah berkata: "Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab. Timbanglah diri kalian sebelum kalian ditimbang dan berhiaslah kalian untuk menghadapi hari penampakan yang agung." Melakukan muhasabah dalah bertujuan untuk mengetahui berbagai kelemahan, kekurangan, dosa dan kesalahan yang ia lakukan. Sehingga, hal tersebut menjadi evaluasi yang menjadi pendorong menjadi lebih baik lagi.

Bila kesadaran ini kurang, bisa jadi kehidupan kita terkena teguran, atau bisa jadi merupakan azab bila tidak dibawa bertaubat. Karena dosa kecil bila diremehkan akan senantiasa menumpuk. kehidupan akan menjadi sempit, dan dunia akan terus dikepala, karena seharusnya kepada Allahlah kita mencari kebahagiaan dan kemenangan. Disinilah kebahagiaan sejati dan hakiki, bukan semu dan bersifat sementara alias melakukan kegiatan yang merupakan pelarian, karena hanya ditangan Allah sajalah segala sumber kebaikan. Dengan melakukan ketaatan, berjuang menghindari maksiat.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Hikmah Dalam Khusyu Shalat

                                                 بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
Hikmah Dalam Khusyu Shalat. Allah SWT Berfirman : Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu dalam shalatnya [Al-Mukminun : 1-2] Khusyu yang terdapat dalam hati tidak lain dihasilkan dari marifah (Mengenal Ilmu hasil rajinnya ia belajar ilmu Al Islam) tentang Allah Azza wa Jalla dan marifah menghayati tentang kebesaran beserta keagungan-Nya, beserta hakikat tujuan kehidupan untuk mengabdi penuh kepada-Nya, karena kehidupan ini adalah amanah yang besar yang kelak akan dimintai pertanggungan jawab.

Barangsiapa yang semakin mengenal Islam dan berilmu tentang Allah, maka dia makin khusyu terhadap-Nya. Di antara sebab terbesar tercapainya khusyu adalah mentadabburi Kalamullah.

Allah SWT berfirman yang artinya : Sesungguhnya orang-orang yang diberi ilmu sebelumnya apabila Al-Quran dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas wajah mereka sambil bersujud, seraya mereka berkata: Maha Suci Rabb kami, sesungguhnya janji Rabb kami pasti dipenuhi. Dan mereka menyungkur atas wajah mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu [Al-Isra: 107-109]

Menangis karena takut Allah, terbawa kepada khusyu dalam shalat merupakan ruh ibadah shalat tersebut yang mewarnai kehidupannya. Dari takbir, untuk memulai setiap gerakan shalat beneran dihayati bagaimana Allah besar dalam hati dan prilaku yang tunduk. Allah SWT telah menyifati para rasul-Nya dan para hamba-Nya yang shalihin dengan sifat tersebut (khusyu).

Tanda-tanda khusyu terlihat dari mereka yang bersegera melakukan amal shaleh, sesuai yang dicontohkan Nabi-Nabi dan shahabatnya yang merupakan contoh kebenaran mutlak dalam melaksanakan Agama Allah ini.

Allah SWT berfirman artinya: Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada kami dengan harap dan cemas (Takut kepada Allah), dan mereka adalah orang-orang yang khusyu kepada Kami. [Al-Anbiya : 90]

(Ancaman Bagi yang tidak Khusyu)

Allah SWT berfirman artinya: ..mereka tidak mengerjakan sembahyang, melainkan dengan malas dan tidak (pula) menafkahkan (harta) mereka, melainkan dengan rasa enggan. (At-Taubah: 54)

Allah SWT berfirman artinya: Maka celakalah orang-orang shalat, yaitu orang-orang yang lalai dari shalatnya (Al-Maun: 4-5)

Allah SWT berfirman artinya : Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri malas-malasan, mereka memamerkan ibadahnya kepada banyak orang dan tidak mengingat Allah kecuali sangat sedikit (An-Nisa:142).

(Keuntungan Shalat Khusyu)

Allah SWT berfirman artinya : Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu. (Yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.(Al-Baqarah: 45-46).

Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman. (Yaitu) orang-orang yang khusyu dalam sembahyangnya. (Al-Mukminun: 1-2)

(Tanda Khusyu)

Allah SWT berfirman artinya: Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada kami dengan harap dan cemas (Takut kepada Allah), dan mereka adalah orang-orang yang khusyu kepada Kami. [Al-Anbiya` : 90]

Mereka Generasi yang Khusyu

(Ali bin Abi Thalib)

Dan adalah Ali bin Abi Thalib, ketika waktu shalat tiba ia begitu terguncang dan wajahnya pucat. Ada yang bertanya, Ada apa dengan dirimu wahai Amirul Mukminin? ia menjawab, Karena waktu amanah telah datang. Amanah yang disampaikan kepada langit, bumi, dan gunung, lalu mereka sanggup memikulnya dan aku sanggup.

(Umar bin Khathab)

Juga diriwayatkan ketika Umar melewati satu ayat (dalam shalat). Ia seolah tercekik oleh ayat itu dan diam di rumah hingga beberapa hari. Orang-orang menjenguknya karenanya mengiranya sedang sakit.

(Masa Depan)

Rasulullah SAW Bersabda artinya : Hal pertama yang diangkat dari ummat ini adalah khusyu sampai-sampai kamu tidak menemukan seorang pun yang khusyu (Thabrani dengan sanad baik dan dinilai shahih oleh Albani)

Karena hasil shalatnya nyaris tidak nampak dalam kehidupan sehari-hari. Hasil shalat kita berbeda jauh dengan Para Nabi dan shahabatnya mengamalkan kehidupan sesuai Agama Allah ini.

Dari Abu Umamah Al Bahili dari Rasulullah ShallallahualaihiWasallam bersabda: Sungguh ikatan Islam akan terurai simpul demi simpul. Setiap satu simpul terurai maka manusia akan bergantungan pada simpul berikutnya. Yang pertama kali terurai adalah masalah hukum syariat Islam dan yang paling akhir adalah sholat. (AHMAD - 21139)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pandangan Islam Tentang Rokok

                                                                  بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ      

 

Pandangan Islam Tentang Rokok


Menurut uraian di atas jelas sekali disebutkan bahwa merokok tidak saja berbahaya tetapi sangat berbahaya maka harus dihindari. Kebijakan PT KAI adalah tepat karena menghindari bahaya dari kebiasaan merokok. Dan menurut saya kebijakan tersebut sesuai dengan pandangan Islam tentang rokok, sebagaimana tercantum dalam QS. Al Baqarah: 195 :

وَلاَ تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ
“Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan“.
Dan juga sesuai dengan kaedah :
دَرْءُ الْمَفَاسِدِ مُقَدَّمٌ عَلَي جَلْبِ الْمَصَالِحِ
“menghindari bahaya (kerusakan) lebih didahulukan atas mengambil kebaikan”

Maksud dari kaedah di atas adalah bahwa bila kita dihadapkan pada satu hal yang ada manfaat dan madharat atau mafsadatnya (dampak negatif) maka ketika mengambil sikap untuk memilih adalah menggunakan pertimbangan lebih memprioritas bahaya atau dampak negatifnya. Artinya adalah kita sebaiknya tidak melakukan hal-hal yang ada dampak negatifnya. Apalagi dampak negatifnya jauh lebih berat daripada positifnya. Seperti rokok, dampak negatifnya jauh lebih besar daripada positifnya. Maka seharusnya menghindari merokok.

Maksud dari kaedah di atas adalah bahwa bila kita dihadapkan pada satu hal yang ada manfaat dan madharat atau mafsadatnya (dampak negatif) maka ketika mengambil sikap untuk memilih adalah menggunakan pertimbangan lebih memprioritas bahaya atau dampak negatifnya. Artinya adalah kita sebaiknya tidak melakukan hal-hal yang ada dampak negatifnya. Apalagi dampak negatifnya jauh lebih berat daripada positifnya. Seperti rokok, dampak negatifnya jauh lebih besar daripada positifnya. Maka seharusnya menghindari merokok.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Hidup Untuk Memberi

                                       بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
Disuatu sore hari pada saat aku pulang kantor dengan mengendarai sepeda motor, aku disuguhkan suatu drama kecil yang sangat menarik, seorang anak kecil berumur lebih kurang sepuluh tahun dengan sangat sigapnya menyalip disela-sela kepadatan kendaraan disebuah lampu merah perempatan jalan di Jakarta.

Dengan membawa bungkusan yang cukup banyak diayunkannya sepeda berwarna biru muda, sambil membagikan bungkusan tersebut, ia menyapa akrab setiap orang, dari Tukang koran, Penyapu jalan, Tuna wisma sampai Pak polisi.

Pemandangan ini membuatku tertarik, pikiran ku langsung melayang membayangkan apa yang diberikan si anak kecil tersebut dengan bungkusannya, apakah dia berjualan ? "kalau dia berjualan apa mungkin seorang tuna wisma menjadi langganan tetapnya atau..??", untuk membunuh rasa penasaran ku, aku pun membuntuti si anak kecil tersebut sampai disebrang jalan, setelah itu aku langsung menyapa anak tersebut untuk aku ajak berbincang-bincang. De, "boleh kakak bertanya ? silahkan kak, kalau boleh tahu yang barusan adik bagikan ketukang koran, tukang sapu, peminta-minta bahkan pak polisi, itu apa ?, oh… itu bungkusan nasi dan sedikit lauk kak, memang kenapa kak!", dengan sedikit heran, sambil ia balik bertanya. "Oh.. tidak!, kakak Cuma tertarik cara kamu membagikan bungkusan itu, kelihatan kamu sudah terbiasa dan cukup akrab dengan mereka. Apa kamu sudah lama kenal dengan mereka?" Lalu, Adik kecil ini mulai bercerita, "Dulu ! aku dan ibuku sama seperti mereka hanya seorang tuna wisma, setiap hari bekerja hanya mengharapkan belaskasihan banyak orang, dan seperti kakak ketahui hidup di Jakarta begitu sulit, sampai kami sering tidak makan, waktu siang hari kami kepanasan dan waktu malam hari kami kedinginan ditambah lagi pada musim hujan kami sering kehujanan, apabila kami mengingat waktu dulu, kami sangat-sangat sedih, namun setelah ibu ku membuka warung nasi, kehidupan keluarga kami mulai membaik. Maka dari itu ibu selalu mengingatkanku, bahwa masih banyak orang yang susah seperti kita dulu, jadi kalau saat ini kita diberi rejeki yang cukup, kenapa kita tidak dapat berbagi kepada mereka. Yang ibu ku selalu katakan "hidup harus berarti buat banyak orang", karena pada saat kita kembali kepada Sang Pencipta tidak ada yang kita bawa, hanya satu yang kita bawa yaitu Kasih kepada sesama serta Amal dan Perbuatan baik kita, kalau hari ini kita bisa mengamalkan sesuatu yang baik buat banyak orang, kenapa kita harus tunda. Karena menurut ibuku umur manusia terlalu singkat, hari ini kita memiliki segalanya, namun satu jam kemudian atau besok kita dipanggil Sang Pencipta, "Apa yang kita bawa"?". Kata-kata adik kecil ini sangat menusuk hati ku, saat itu juga aku merasa menjadi orang yang tidak berguna, bahkan aku merasa tidak lebih dari seonggok sampah yang tidak ada gunanya, dibandingkan adik kecil ini.

Aku yang selama ini merasa menjadi orang hebat dengan pendidikan dan jabatan tinggi, namun untuk hal seperti ini, aku merasa lebih bodoh dari anak kecil ini, aku malu dan sangat malu. Yah, Tuhan, Ampuni aku, ternyata kekayaan, kehebatan dan jabatan tidak mengantarku kepada Mu.

Hanya Kasih yang sempurna serta Iman dan Pengharapan kepada Mu lah yang dapat mengiringiku masuk ke Surga. Terima kasih adik kecil, kamu adalah malaikat ku yang menyadarkan aku dari tidur nyenyak ku.

(Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersuka cita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. Kasih tidak berkesudahan.)

Lakukanlah perkara-perkara kecil, dengan membagikan cerita ini kepada semua orang, semoga hasil yang didapat dari hal yang kecil ini berdampak besar buat banyak orang.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Subhanallah, Bayi Terlahir Membawa Al-Quran dari Rahim Ibunya.

                                          بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
Subhanallah, Bayi Terlahir Membawa Al-Quran dari Rahim Ibunya. Ulama terkenal dari Nigeria pada Senin (14/5/2012) berkumpul di Mushin, Provinsi Lagos, barat daya Nigeria, untuk menyaksikan upacara penamaan seorang bayi. Bayi tersebut bukan bayi biasanya sehingga harus masuk pemberitaan di media, namun bayi yang terlahir pada 7 Mei 2012 tersebut terlahir dengan membawa sebuah Al-Quran kecil di tangannya dari rahim ibunya. Allahu akbar!
Subhanallah, Bayi Terlahir Membawa Al-Quran dari Rahim Ibunya
Setelah menyampaikan sebuah kultum, seorang ulama Nigeria, Ustadz Abdul Rahman Olanrewaju Ahmed, memberikan nama kepada bayi tersebut dengan nama Abdul Wahab Iyanda Aderemi Irawo. Dalam pemberian nama tersebut, Ustadz Abdul Rahman juga menasihati sang ibu dari jabang bayi tersebut bahwa bayinya bukanlah seorang nabi meskipun ia terlahir dari rahimnya sambil memegang Quran.

Beliau juga menambahkan bahwa hal tersebut merupakan kehendak Allah, untuk mengirim bayi tersebut ke dunia dengan cara yang menakjubkan, yakni terlahir dengan membawa Quran dari rahimnya. Subhanallah!

Ulama lain yang ikut dalam acara tersebut antara lain Syaikh Abdulraman Sulaiman Adangba, Ketua dari Komunitas Nasrulifathi Ustadz Alhaji Abdullahi Akinbode, dan Dr Ramoni Tijani dari Komunitas Islam Alifathiquareeb.

Sebelumnya pada Ahad (13/5), ibu dari sang jabang bayi ini menyatakan diri memeluk Islam setelah melihat bayinya terlahir dengan membawa Quran dari rahimnya. Kini, sang ibu 32 tahun yang dulu bernama Kikelomo Ilori ini kemudian berganti menjadi Sharifat. Hal serupa juga dilakukan oleh nenek sang jabang bayi yang dulu memeluk agama Kristen sekarang menjadi seorang Muslim dan mengganti namanya dengan nama Islami.

Di luar rumah sang jabang bayi, banyak pedangang tumpah ruah menjual berbagai suvenir tentang bayi tersebut, mulai dari kaos, tasbih, dan foto-foto sang jabang bayi yang terlahir membawa Quran tersebut.

Kelahiran sang jabang bayi tersebut hingga saat ini masih mengundang kontroversi, dimana para sekularis menganggap sesuatu yang mustahil bagi seorang bayi terlahir dengan memegang (membawa) Quran dari rahim sang ibu. Namun di lain pihak, banyak yang berpendapat bahwa apa pun bisa terjadi jika Allah berkehendak. Wallahu a’lam bish shawwab. ​​​​​


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Standarisasi Bersahabat dengan AL-Qur'an

                                    بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ


    Al Qur an selain dibaca dan direnungkan juga perlu untuk dihafal. Dipindahkan dari tulisan kedalam dada, karena hal ini merupakan ciri khas orang-orang yang diberi ilmu, juga sebagai tolak ukur keimanan hati seseorang. Allah SWT berfirman : "Sebenarnya Al Qur an adalah ayat-ayat yang jelas didalam dada-dada orang yang diberi ilmu, dan tidaklah mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang yang dzalim" (QS 29:49), Juga sabda Rasulullah "Sesungguhnya orang yang di dalam dadanya tidak terdapat ayat dari Al Qur an, bagaikan rumah yang tidak berpenghuni."(HR At Tirmidzi)

Sebagai seorang muslim, tentu urusan mengamalkan isi Al-Quran sud`h menjadi harga mati. Sebab Al-Quran bukan sekedar kitab untuk dibaca saja, tetapi lebih dari itu, Al-Quran adalah petunjuk hidup.

Allah SWT berfirman:
"Dan demikianlah Kami menurunkan Al-Qur'an dalam bahasa Arab, dan Kami telah menerangkan dengan berulang kali, di dalamnya sebahagian dari ancaman, agar mereka bertakwa atau Al-Qur'an itu menimbulkan pengajaran bagi mereka".(QS. Thaha: 113)

Standarisasi Bersahabat Dengan Al Qur'anMengapa harus Al qur an? Yang pertama dijawab adalah karena Al Qur an adalah kalam Allah, tidak ada sedikitpun perkataan manusia, bahkan ketika manusia di tantang untuk membuat satu suratpun tak akan bisa, karena Al Qur an dibuat dan diturunkan dengan ilmu Allah. Perhatikanlah Firman Allah berikut ini : "Dan sesungguhnya al-Qur'an ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam . dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin, ke dalam hatimu agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yangmemberi peringatan," (QS. 26:192-194)

Kelak kita akan dihisab, ketika tubuh dan seluruh anggotanya kita gunakan untuk berinteraksi dengan Al Quran, maka Allahpun ikut bangga dan senang. Namun sebaliknya jika tubuh dan seluruh anggotanya lebih banyak untuk bermaksiyat maka rugilah kita. Firman Allah dalam QS Yaa Siiiiiin 65 : "Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan."

Mengapa harus menjadi sahabat Al Qur an? Ya karena kita adalah muslim, dan sepantasnyalah menjadikan apa-apa yang baik menjadi sahabatnya. Sahabat diartikan yang selalu menyatt, satu irama, satu tujuan. Sehingga ketika yang kita jadikan sahabat baik dalam hal ini Al Qur an maka pastilah kita menjadi baik. Oleh karena itu Al Qur an selain menjadi hukum Islam yang pertama dialah pedoman hidup juga bagi ummat Islam.

Maka tak heran jika generasi sahabat yaitu salafushalih adalah generasi terbaik sepanjang masa di dunia. Mengapa demikian yak arena mereka para sahabat menjadikan Al Qur an sebagai sahabat. Mereka adalah generasi pertama umat ini yang telah mendapat rekomendasi dari Allah dan RasulNya, telah mendapatkan keredhaan dari Allah Azza Wajalla. Karena mereka orang-orang yang langsung menerima dan mempelajari agama dari Rasulullah SAW. Amalan dan Akidah mereka telah disaksikan Rasulullah.

Firman Allah At Taubah 100 : "Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama(masuk Islam) dari golongan muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah. Dan Allah menyediakan bagi mereka surge-surga yang mengalir sungai-sungai didalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar."

Juga Rasulullah bersabda, "Sebaik-baik manusia adalah generasiku kemudian setelahnya, kemudian setelahnya" (Muttafaq ‘Alaih)


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Indahnya Kehidupan yang Ikhlas

                                             بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ 
       Indahnya Kehidupan Yang Ikhlas. Allah berfirman, yang artinya: Aku adalah yang paling tidak butuh kepada sekutu-sekutu (tandingan), maka barangsiapa yang beramal suatu amalan untuku lantas ia menyekutukan amalannya tersebut (juga) kepada selainku maka Aku tinggalkan dia untuk yang dia sekutukan (HR. Ibnu Majah 2/1405 no. 4202, dan ia adalah hadits yang shahih, sebagaimana perkataan Syaikh Abdul Malik Ar-Romadhoni, adapun dari hadist serupa dari lafal Imam Muslim (4/2289 no 2985) adalah, Aku tinggalkan dia dan kesyirikannya.

Indahnya Kehidupan Yang Ikhlas
Ikhlas adalah menjadikan tujuan hanyalah untuk Allah tatkala beribadah, yaitu jika engkau sedang beribadah maka hatimu dan wajahmu engkau arahkan kepada Allah bukan kepada manusia. Ikhlas juga hanya meluruskan niat dan hanya mengambil Al Qur'an. Dan Sunnah sebagai pedoman karena Allah SWT, karena itulah yang diinginkan Allah SWT.

Redho dengan Allah SWT sebagai Rabb yang mengatur kehidupannya dan yang memberikannya amanah kehidupan sebagai bekal mengumpulkan amal shaleh.

Mengikhlaskan amal inilah yang seharusnya yang diperhatikan oleh setiap muslim, hendaknya ia tidak menjadikan perhatiannya kepada perkataan manusia sehingga aktivitasnya tergantung dengan komentar manusia, namun hendaknya ia menjadikan perhatiannya kepada Robb manusia, karena yang jadi patokan adalah keridhoan Allah kepadamu (meskipun manusia tidak meridhoimu)

Rosululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda, yang artinya: Sesungguhnya y`ng paling ditakutkan dari apa yang saya takutkan menimpa kalian adalah asy syirkul ashghar (syirik kecil), maka para shahabat bertanya, apa yang dimaksud dengan asy syirkul ashghar? Beliau shalallahu alaihi wasallam menjawab: Ar Riya (HR. Ahmad dari shahabat Mahmud bin Labid no. 27742)

Sesungguhnya hanyalah orang-orang yang beruntung yang memperhatikan gerak-gerik hatinya, yang selalu memperhatikan niatnya. Terlalu banyak orang yang lalai dari hal ini kecuali yang diberi taufik oleh Allah. Orang-orang yg lalai akan memandang kebaikan-kebaikan mereka pada hari kiamat menjadi kejelekan-kejelekan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Islam Dan Kebersihan

                                                             بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
      Islam adalah agama yang selalu memperhatikan masalah kebersihan sehingga dalam ajaran Islam terdapat ketentuan-ketentuan yang mengharuskan seseorang itu wajib mandi dan disamping mandi yang hukumnya wajib juga dalam ajaran Islam terdapat anjuran untuk melakukan mandi yang bersifat sunnat, seperti seseorang yang akan menghadiri pelaksanaan Shalat jum'at di masjid maka disunnatkan mandi terlebih dahulu karena pelaksanaan shalat jumat adalah secara berkumpul disuatu masjid agar bau badan tidak menggangu sesama pengunjung masjid maka disunnatkan untuk mandi dan memekai wangi-wangian demi menyegarkan ruangan tempat ibadah, begitu juga disunnatkan madi ketika akan wukuf berkumpul di padang arafat waktu melaksanakan ibadah haji dan lain-lain.

Islam dan Kebersihan
Dari sinilah dapat diketahui bahwa Islam selalu menjaga kebersihan dan kelestarian pergaulan kemasyarakatan, dan bersih adalah pangkal sehat, disamping itu juga ada beberapa hikmah diwajibnya mandi karena sebab-sebab tertentu, misalnya dengan keluarnya air mani atau dengan selesainya masa haids dan nifas huga setelah melahirkan. Hal itu semua bukan semata-mata hanya untuk membersihkan badan saja melinkan ada hikmah yang lebih besar yaitu memulihkan kembali kekuatan dan kesegaran badan, karena seseorang apabila telah keluar air maninya atau telah melahirkan juga setelah selesai masa haids dan nifas maka akan merasa lemah, dari itu perlu ada pemulihan tenaga yaitu antara lain dengan mandi meratakan air keseluruh badan, inilah diantara hikmah mandi yang dapat kita ketahui disamping hikmah-hikmah yang cukup banyak.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Efek Blog