Together: ANAZ SMPN 23 SBY
Time goes by quickly, while the pressure of living increase. Where everything looks blurred even darker. But do not be afraid, Allah SWT is always giving instructions to his servant, who is always patient and trust. Do not despair, because despair is a sin. Prayer and endeavor is the way to success.
H. Sugeng Pramono is an example of success through prayer and endeavor, by diligence and hard work that dilakoninya. H. Sugeng Pramono can enjoy a happy life. With IZI Allah SWT, reflecting what it wanted could be obtained easily.
Being useful to others is one of the H. Sugeng Pramono. Mengingkatkan to people that things can happen on earth if Allah wills, fate can not be changed, but fate can be changed. By what fate can be changed? Obviously with prayer and effort. That's according to the word of Allah in the Quran:
"Verily Allah will not change the fate of a people is that they themselves change their destiny ..." (Ar-Ra'du: 11)
Friends of the reader, to achieve a success not only worked diligently studying and working, all it takes perseverance and hard work as well as regular and sincere prayer. Do not do something with forced or coerced, by all means to submit to Allah SWT.
Rest assured that we are able to achieve that success, encouragement and motivation is also very necessary to further detail the support and enthusiasm that we keep trying. The existence of the people we love is one of the factors to be successful.
Hopefully this brief description useful for the reader friend.
Cobaan Hidup Dan Kualitas Iman
Bersama : ANAZ SMPN 23 SBY
Ujian Dan Nikmat Alloh S.W.T Berikan
Allah menguji kita dengan sesuatu yang sangat kita sayang, kita diberi cobaan dengan kehilangan.
Allah menguji kita dengan sebuah impian yang amat kita harapkan, kita terduduk berlinang airmata saat impian gagal digapai.
Saat ditariknya nikmat yang ada, DIA sedang mengaturkan untukmu sesuatu yang lebih berharga. Jangan bersedih, dunia ini tidak selayaknya ditangisi.
La Tahzan, jangan bersedih, karena hal itu tak selayaknya untuk ditangisi, bersyukurlah karena telah diberikan nikmat oleh-Nya. Jangan selalu berprasangka buruk atas nikmat yang telah diberikan.
Terkadang sesuatu yang rutin kita terima menjadi biasa dan tidak berarti apa-apa. Dan kita baru merasa kehilangan ketika ia tidak kunjung hadir kembali. Maka bersyukurlah atas apa yang kita miliki, atau kita hanya bisa menyesalinya karena terlambat menyadari kehadirannya.Sometimes what we receive a regular routine and do not mean anything. And we just feel lost when she did not come back. So be grateful for what we have, or we can only regret it because it's too late to notice him.
Sobat, berbanggalah dengan dirimu sendiri atas apa yang telah kamu raih, jangan sesekali menyangka bahwa Tuhan tidak adil, itu hanya pikiran orang bodoh. Orang pintar tidak akan mengatakan bahwa Tuhan itu tidak adil. Ia akan berfikir mengapa dia seperti ini, itulah kunci kesuksesan yang cukup sederhana, Berfikirlah. Karena fikiran mampu membuat kita semakin cerdas.
Article Islamic-Dialog With Eath
Islamic Articles - Dialogue With the Land
Umar replied, Yes, I also want to leave, only burial that was behind me as if to call me and say, O Umar, do you not want to ask me about what I've done against one you love this?
yes
I have been tearing up the winding sheet, tore his body, sucking blood and eating his flesh.
Do not you want to ask about what I had done to his limbs?
YES
I have removed one by one the palms of hastanya bone, two bones hastanya of the upper arm bone and the upper arm from the shoulder bone. I also have removed both thigh bones of both legs, both legs of ruasnya, both ruasnya from calf bone and both legs from his feet.
A moment later, Umar wept and said, Is not a mortal world. A noble person would be contemptible, the rich will become poor, young and old will fade from life as well be dead as well?
MENDENGAR DAN TAAT KEPADA FIRMAN ALLAH SWT DAN HADIST
MENDENGAR DAN TAAT KEPADA FIRMAN ALLAH SWT DAN HADIST - Tidak
ada satu ayat atau Hadis pun yang menerangkan bahwa ciri manusia berakal
adalah banyak bicara. Orang yang berakal lebih banyak diam, merenung,
dan berkonsentrasi mengerahkan kekuatan berpikirnya untuk menggali
berbagai mutiara hikmah. Teladan terbaik dalam hal ini tidak lain adalah
Rasulullah sendiri. Jabir bin Samurah mensifati Nabi dengan mengatakan,
"Nabi lebih banyak diam dan sedikit tertawa," (Riwayat Ahmad).
Maka pantaslah bila Allah Ta’ala memberinya keistimewaan berupa jawami'
al-kalim (kata-kata singkat tapi padat makna)
Satu-satunya rumus untuk menjadi manusia yang baik adalah menaati petunjuk Sang Pencipta yang terangkum dalam wahyu-Nya. Dalam rangka itu mesti ada proses penerimaan informasi mengenai tuntunan tersebut. Tersumbatnya informasi berakibat fatal. Manusia bisa gagal menjadi baik.
Jadi, Allah Yang Maha Bijaksana tidak mungkin menutup pintu informasi tersebut bagi hamba-Nya. Inilah yang diterangkan Allah Ta'ala dalam al-Qur'an: "Sesungguhnya mahluk bergerak yang bernyawa yang seburuk-buruknya pada sisi Allah ialah; orang-orang yang tuli dan bisu yang tidak mengerti apa-apapun. Kalau sekiranya Allah mengetahui kebaikan ada pada mereka, tentulah Allah menjadikan mereka dapat mendengar." (Al-Anfal [8]: 22-23)
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: "Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia. Mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu bagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai." (Al-A’raf [7]: 179)
Pada ayat ini dengan jelas Allah Ta’ala memberikan syarat untuk menjadi manusia yang sesungguhnya, yakni mutlak harus menjalankan tiga fungsi tersebut yang salah satunya adalah pendengaran.
Ciri utama orang tercela adalah tuli alias tidak mau mendengar.
Allah Ta’ala, dalam al-Qur`an surat Al-Baqarah [2] ayat 171, mengumpamakan orang-orang yang menyeru kepada orang-orang kafir seperti penggembala yang memanggil binatang ternak. Binatang-binatang itu tak akan mendengar selain seruan saja. Mereka tuli, bisu dan buta. Mereka sama sekali tidak mengerti.
Allah Ta’ala juga memberi sifat kepada orang-orang yang mendustakan ayat-ayat-Nya, sebagaimana disebutkan dalam al-Qur`an surat al-An’am [6] ayat 39, laksana orang yang pekak, bisu, dan berada dalam gelap gulita.
Adapun orang-orang munafik, kata Allah Ta’ala dalam Surat al-Baqarah [2] ayat 17-18, seperti orang-orang yang tuli, bisu dan buta. Mereka tidak akan kembali ke jalan yang benar. Kita mengenali petunjuk Allah, menerimanya sepenuh hati akan membawa kita kepada kebaikan didunia dan akhirat. Semoga Allah memudahkan kita menerima kebenaran yang mutlak yaitu dari Al Qur'an dan Sunnah, tanpa banyak membantah, amin yaa Robbal 'alamiin.
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
Munahakat
We seek forgiveness, It Needs
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
Forgiveness means to ask God Almighty to the weakness and the dark side as well as the odor we covered by him. Prompts reproduce real beristighfar teaches us that every time an increase in the quality of our self. Both in terms of mental, spiritual, and material science. Seek forgiveness, not just spoken in the mouth, but terhunjam in the liver and is followed by good deeds can erase mistakes. With emphasis on educating our forgiveness sentence to always align and purify our intentions and deeds.We seek forgiveness, It NeedsAllah
He will say, "And whosoever does evil and tortured him, then he ask
forgiveness of Allah, he found Allah Forgiving, Most Merciful." (Surah An-Nisa (110).
Lots of sentences forgiveness coupled with repentance, forgiveness means here the expression for oral and beg for forgiveness with repentance, an expression of innocent of sin with a heart and limb. Laws like the law of prayer asking forgiveness. If He wishes he granted it and forgive the perpetrator, especially if out of a sincere confession, or done at efficacious (granted), like the dawn of time, completed the obligatory prayers. And seek forgiveness, it is best to begin by praising him confess all the sins and seek forgiveness of Him."From Abu Hurairah ra from the Prophet that he said: By Allah I'm really sorry to God and confess Him as much as 70 times a day." (Narrated by Bukhari & Muslim).If a slave hoping to bring the heart, purify obedience to Him and perfect its terms and eliminate the barrier, even though all my sins pile sky, then He will forgive him.Al-Hasan said: Expand forgiveness in your houses and your food on the table, and dijalanmu, in your market and in majlismu and wherever you are, because you really do not know when the fall of forgiveness.Qotadah Imam said: Verily this Qur'an to show you on your illness and your medicine, as for the sins of the illness is that you do and your medicine is forgiveness.
Cerita Motivasi-Berkat Kejujuran
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
Ini merupakan sebuah Cerita Motivasi
yang cukup menarik tentang sebuah kejujuran. Ya, terkadang kita selalu
menganggap remeh sebuah kejujuran, padahal nilainya amat tinggi dan
sangat terpuji. Jika kita selalu melakukan hal ini (kejujuran) niscaya
kita akan selalu dalam lindunganNya, dimanapaun kita berada. Sikap jujur
hendaknya selalu kita tanamkan kepada anak-anak kita sejak dini.
Berikut ini merupakan secuil kisah yang cukup inspiratif mengenai sebuah
kejujuran yang dilakukan oleh seorang bocah, berkat kejujurannya ia
mampu membuat orang lain sadar dan insaf dari kesalahannya. Silahkan
simak Cerita Motivasi berikut ini.
Cerita Motivasi - Berkat Kejujuran
Syeikh Abdul Kadir semasa berusia 18 tahun meminta izin ibunya merantau ke Baghdad untuk menuntut ilmu agama. Ibunya tidak menghalang cita-cita murni Abdul Kadir meskipun keberatan melepaskan anaknya berjalan sendirian beratus-ratus batu.Sebelum pergi ibunya berpesan supaya jangan berkata bohong dalam apa jua keadaan. Ibunya membekalkan wang 40 dirham dan dijahit di dalam pakaian Abdul Kadir. Selepas itu ibunya melepaskan Abdul kadir pergi bersama-sama satu rombongan yang kebetulan hendak menuju ke Baghdad.
Dalam perjalanan, mereka telah diserang oleh 60 orang penyamun. Habis harta kafilah dirampas tetapi penyamun tidak mengusik Abdul Kadir kerana menyangka dia tidak mempunyai apa-apa. Salah seorang perompak bertanya Abdul Kadir apa yang dia ada. Abdul Kadir menerangkan dia ada wang 40 dirham di dalam pakaiannya. Penyamun itu hairan dan melaporkan kepada ketuanya. Pakaian Abdul Kadir dipotong dan didapati ada wang sebagaimana yang diberitahu.
Ketua penyamun bertanya kenapa Abdul Kadir berkata benar walaupun diketahui wangnya akan dirampas? Abdul Kadir menerangkan yang dia telah berjanji kepada ibunya supaya tidak bercakap bohong walau apa pun yang berlaku. Apabila mendengar dia bercakap begitu, ketua penyamun menangis dan menginsafi kesalahannya. Sedangkan Abdul Kadir yang kecil tidak mengingkari kata-kata ibunya betapa dia yang telah melanggar perintah Allah sepanjang hidupnya. Ketua penyamun bersumpah tidak akan merompak lagi. Dia bertaub`t di hadapan Abdul Kadir diikuti oleh pengikut-pengikutnya.
Moral dan Iktibar :
- Ilmu Agama perlu dituntut meskipun terpaksa berjalan jauh;
- Kata-kata ibu menjadi pendorong dan perangsang dalam hidup;
- Berkata benar adalah satu kekuatan yang boleh memberi keinsafan kepada orang lain;
- Niat yang baik dan ikhlas mendapat keberkatan daripada Allah.
Istighfar dan muhasabah
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
Istighfar dan muhasabah ( Introspeksi diri ) Rasulullah SAW merupakan
sikap syukur kepada Allah SWT atas nikmat-nikmat yang diberikan
sekaligus sebagai contoh untuk umatnya. Nabi SAW adalah pribadi yang
ma’shum bebas dari dosa. Meski begitu menurut sebagian ulama’, disamping
sebagai uswah, istighfarnya adalah untuk perkara-perakara yang mubah
dilakukan Rasulullah SAW, bukan untuk kesalahannya. Maka, kita mestinya
lebih banyak lagi melakukan penyadaran diri ini. Karena kita manusia
yang tidak ma’shum, tidak memiliki jaminan di akhirat kelak.
Coba bandingkan diri kita dengan Rasulullah SAW, sosok yang sudah
jelas-jelas dijamin syurga dan kehidupan akhiratnya oleh Allah. Beliau
masuk melakukan introspeksi diri sehari dengan memohon ampunan selama
seratus kali (HR. Muslim). Dalam riwayat Imam Bukhari disebut tujuh
puluh kali.
Bila kesadaran ini kurang, bisa jadi kehidupan kita terkena teguran, atau bisa jadi merupakan azab bila tidak dibawa bertaubat. Karena dosa kecil bila diremehkan akan senantiasa menumpuk. kehidupan akan menjadi sempit, dan dunia akan terus dikepala, karena seharusnya kepada Allahlah kita mencari kebahagiaan dan kemenangan. Disinilah kebahagiaan sejati dan hakiki, bukan semu dan bersifat sementara alias melakukan kegiatan yang merupakan pelarian, karena hanya ditangan Allah sajalah segala sumber kebaikan. Dengan melakukan ketaatan, berjuang menghindari maksiat.
Hikmah Dalam Khusyu Shalat
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
Hikmah Dalam Khusyu Shalat. Allah SWT Berfirman : Sesungguhnya
beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu
dalam shalatnya [Al-Mukminun : 1-2] Khusyu yang terdapat dalam hati
tidak lain dihasilkan dari marifah (Mengenal Ilmu hasil rajinnya ia
belajar ilmu Al Islam) tentang Allah Azza wa Jalla dan marifah
menghayati tentang kebesaran beserta keagungan-Nya, beserta hakikat
tujuan kehidupan untuk mengabdi penuh kepada-Nya, karena kehidupan ini
adalah amanah yang besar yang kelak akan dimintai pertanggungan jawab.
Allah SWT berfirman yang artinya : Sesungguhnya orang-orang yang diberi ilmu sebelumnya apabila Al-Quran dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas wajah mereka sambil bersujud, seraya mereka berkata: Maha Suci Rabb kami, sesungguhnya janji Rabb kami pasti dipenuhi. Dan mereka menyungkur atas wajah mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu [Al-Isra: 107-109]
Menangis karena takut Allah, terbawa kepada khusyu dalam shalat merupakan ruh ibadah shalat tersebut yang mewarnai kehidupannya. Dari takbir, untuk memulai setiap gerakan shalat beneran dihayati bagaimana Allah besar dalam hati dan prilaku yang tunduk. Allah SWT telah menyifati para rasul-Nya dan para hamba-Nya yang shalihin dengan sifat tersebut (khusyu).
Tanda-tanda khusyu terlihat dari mereka yang bersegera melakukan amal shaleh, sesuai yang dicontohkan Nabi-Nabi dan shahabatnya yang merupakan contoh kebenaran mutlak dalam melaksanakan Agama Allah ini.
Allah SWT berfirman artinya: Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada kami dengan harap dan cemas (Takut kepada Allah), dan mereka adalah orang-orang yang khusyu kepada Kami. [Al-Anbiya : 90]
(Ancaman Bagi yang tidak Khusyu)
Allah SWT berfirman artinya: ..mereka tidak mengerjakan sembahyang, melainkan dengan malas dan tidak (pula) menafkahkan (harta) mereka, melainkan dengan rasa enggan. (At-Taubah: 54)
Allah SWT berfirman artinya: Maka celakalah orang-orang shalat, yaitu orang-orang yang lalai dari shalatnya (Al-Maun: 4-5)
Allah SWT berfirman artinya : Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri malas-malasan, mereka memamerkan ibadahnya kepada banyak orang dan tidak mengingat Allah kecuali sangat sedikit (An-Nisa:142).
(Keuntungan Shalat Khusyu)
Allah SWT berfirman artinya : Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu. (Yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.(Al-Baqarah: 45-46).
Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman. (Yaitu) orang-orang yang khusyu dalam sembahyangnya. (Al-Mukminun: 1-2)
(Tanda Khusyu)
Allah SWT berfirman artinya: Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada kami dengan harap dan cemas (Takut kepada Allah), dan mereka adalah orang-orang yang khusyu kepada Kami. [Al-Anbiya` : 90]
Mereka Generasi yang Khusyu
(Ali bin Abi Thalib)
Dan adalah Ali bin Abi Thalib, ketika waktu shalat tiba ia begitu terguncang dan wajahnya pucat. Ada yang bertanya, Ada apa dengan dirimu wahai Amirul Mukminin? ia menjawab, Karena waktu amanah telah datang. Amanah yang disampaikan kepada langit, bumi, dan gunung, lalu mereka sanggup memikulnya dan aku sanggup.
(Umar bin Khathab)
Juga diriwayatkan ketika Umar melewati satu ayat (dalam shalat). Ia seolah tercekik oleh ayat itu dan diam di rumah hingga beberapa hari. Orang-orang menjenguknya karenanya mengiranya sedang sakit.
(Masa Depan)
Rasulullah SAW Bersabda artinya : Hal pertama yang diangkat dari ummat ini adalah khusyu sampai-sampai kamu tidak menemukan seorang pun yang khusyu (Thabrani dengan sanad baik dan dinilai shahih oleh Albani)
Karena hasil shalatnya nyaris tidak nampak dalam kehidupan sehari-hari. Hasil shalat kita berbeda jauh dengan Para Nabi dan shahabatnya mengamalkan kehidupan sesuai Agama Allah ini.
Dari Abu Umamah Al Bahili dari Rasulullah ShallallahualaihiWasallam bersabda: Sungguh ikatan Islam akan terurai simpul demi simpul. Setiap satu simpul terurai maka manusia akan bergantungan pada simpul berikutnya. Yang pertama kali terurai adalah masalah hukum syariat Islam dan yang paling akhir adalah sholat. (AHMAD - 21139)
Pandangan Islam Tentang Rokok
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
Pandangan Islam Tentang Rokok

Maksud dari kaedah di atas adalah bahwa bila kita dihadapkan pada satu hal yang ada manfaat dan madharat atau mafsadatnya (dampak negatif) maka ketika mengambil sikap untuk memilih adalah menggunakan pertimbangan lebih memprioritas bahaya atau dampak negatifnya. Artinya adalah kita sebaiknya tidak melakukan hal-hal yang ada dampak negatifnya. Apalagi dampak negatifnya jauh lebih berat daripada positifnya. Seperti rokok, dampak negatifnya jauh lebih besar daripada positifnya. Maka seharusnya menghindari merokok.
Hidup Untuk Memberi
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
Disuatu sore hari pada saat aku pulang kantor dengan mengendarai
sepeda motor, aku disuguhkan suatu drama kecil yang sangat menarik,
seorang anak kecil berumur lebih kurang sepuluh tahun dengan sangat
sigapnya menyalip disela-sela kepadatan kendaraan disebuah lampu merah
perempatan jalan di Jakarta.
Dengan membawa bungkusan yang cukup banyak diayunkannya sepeda berwarna
biru muda, sambil membagikan bungkusan tersebut, ia menyapa akrab setiap
orang, dari Tukang koran, Penyapu jalan, Tuna wisma sampai Pak polisi.
Aku yang selama ini merasa menjadi orang hebat dengan pendidikan dan jabatan tinggi, namun untuk hal seperti ini, aku merasa lebih bodoh dari anak kecil ini, aku malu dan sangat malu. Yah, Tuhan, Ampuni aku, ternyata kekayaan, kehebatan dan jabatan tidak mengantarku kepada Mu.
Hanya Kasih yang sempurna serta Iman dan Pengharapan kepada Mu lah yang dapat mengiringiku masuk ke Surga. Terima kasih adik kecil, kamu adalah malaikat ku yang menyadarkan aku dari tidur nyenyak ku.
(Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersuka cita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. Kasih tidak berkesudahan.)
Lakukanlah perkara-perkara kecil, dengan membagikan cerita ini kepada semua orang, semoga hasil yang didapat dari hal yang kecil ini berdampak besar buat banyak orang.
Subhanallah, Bayi Terlahir Membawa Al-Quran dari Rahim Ibunya.
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
Subhanallah, Bayi Terlahir Membawa Al-Quran dari Rahim Ibunya.
Ulama terkenal dari Nigeria pada Senin (14/5/2012) berkumpul di Mushin,
Provinsi Lagos, barat daya Nigeria, untuk menyaksikan upacara penamaan
seorang bayi. Bayi tersebut bukan bayi biasanya sehingga harus masuk
pemberitaan di media, namun bayi yang terlahir pada 7 Mei 2012 tersebut
terlahir dengan membawa sebuah Al-Quran kecil di tangannya dari rahim
ibunya. Allahu akbar!

Setelah menyampaikan sebuah kultum, seorang ulama Nigeria, Ustadz Abdul
Rahman Olanrewaju Ahmed, memberikan nama kepada bayi tersebut dengan
nama Abdul Wahab Iyanda Aderemi Irawo. Dalam pemberian nama tersebut,
Ustadz Abdul Rahman juga menasihati sang ibu dari jabang bayi tersebut bahwa bayinya bukanlah seorang nabi meskipun ia terlahir dari rahimnya sambil memegang Quran.
Beliau juga menambahkan bahwa hal tersebut merupakan kehendak Allah,
untuk mengirim bayi tersebut ke dunia dengan cara yang menakjubkan,
yakni terlahir dengan membawa Quran dari rahimnya. Subhanallah!
Ulama lain yang ikut dalam acara tersebut antara lain Syaikh Abdulraman
Sulaiman Adangba, Ketua dari Komunitas Nasrulifathi Ustadz Alhaji
Abdullahi Akinbode, dan Dr Ramoni Tijani dari Komunitas Islam
Alifathiquareeb.
Sebelumnya pada Ahad (13/5), ibu dari sang jabang bayi ini menyatakan diri memeluk Islam setelah melihat bayinya terlahir dengan membawa Quran dari rahimnya.
Kini, sang ibu 32 tahun yang dulu bernama Kikelomo Ilori ini kemudian
berganti menjadi Sharifat. Hal serupa juga dilakukan oleh nenek sang
jabang bayi yang dulu memeluk agama Kristen sekarang menjadi seorang
Muslim dan mengganti namanya dengan nama Islami.
Di luar rumah sang jabang bayi, banyak pedangang tumpah ruah menjual
berbagai suvenir tentang bayi tersebut, mulai dari kaos, tasbih, dan
foto-foto sang jabang bayi yang terlahir membawa Quran tersebut.
Kelahiran sang jabang bayi tersebut hingga saat ini masih mengundang
kontroversi, dimana para sekularis menganggap sesuatu yang mustahil bagi
seorang bayi terlahir dengan memegang (membawa) Quran dari rahim sang
ibu. Namun di lain pihak, banyak yang berpendapat bahwa apa pun bisa
terjadi jika Allah berkehendak. Wallahu a’lam bish shawwab.
Standarisasi Bersahabat dengan AL-Qur'an
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
Al Qur an selain dibaca dan direnungkan juga perlu untuk dihafal.
Dipindahkan dari tulisan kedalam dada, karena hal ini merupakan ciri
khas orang-orang yang diberi ilmu, juga sebagai tolak ukur keimanan hati
seseorang. Allah SWT berfirman : "Sebenarnya
Al Qur an adalah ayat-ayat yang jelas didalam dada-dada orang yang
diberi ilmu, dan tidaklah mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang yang
dzalim" (QS 29:49), Juga sabda Rasulullah "Sesungguhnya orang yang di dalam dadanya tidak terdapat ayat dari Al Qur an, bagaikan rumah yang tidak berpenghuni."(HR At Tirmidzi)
Sebagai seorang muslim, tentu urusan mengamalkan isi Al-Quran sud`h
menjadi harga mati. Sebab Al-Quran bukan sekedar kitab untuk dibaca
saja, tetapi lebih dari itu, Al-Quran adalah petunjuk hidup.
Allah SWT berfirman:
"Dan demikianlah Kami menurunkan Al-Qur'an dalam bahasa Arab, dan
Kami telah menerangkan dengan berulang kali, di dalamnya sebahagian dari
ancaman, agar mereka bertakwa atau Al-Qur'an itu menimbulkan pengajaran
bagi mereka".(QS. Thaha: 113)
Mengapa harus Al qur an? Yang pertama dijawab adalah karena Al Qur an
adalah kalam Allah, tidak ada sedikitpun perkataan manusia, bahkan
ketika manusia di tantang untuk membuat satu suratpun tak akan bisa,
karena Al Qur an dibuat dan diturunkan dengan ilmu Allah. Perhatikanlah
Firman Allah berikut ini : "Dan sesungguhnya al-Qur'an ini
benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam . dia dibawa turun oleh
Ar-Ruh Al-Amin, ke dalam hatimu agar kamu menjadi salah seorang di
antara orang-orang yangmemberi peringatan," (QS. 26:192-194)
Kelak kita akan dihisab, ketika tubuh dan seluruh anggotanya kita
gunakan untuk berinteraksi dengan Al Quran, maka Allahpun ikut bangga
dan senang. Namun sebaliknya jika tubuh dan seluruh anggotanya lebih
banyak untuk bermaksiyat maka rugilah kita. Firman Allah dalam QS Yaa
Siiiiiin 65 : "Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah
kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap
apa yang dahulu mereka usahakan."
Mengapa harus menjadi sahabat Al Qur an? Ya karena kita adalah muslim,
dan sepantasnyalah menjadikan apa-apa yang baik menjadi sahabatnya.
Sahabat diartikan yang selalu menyatt, satu irama, satu tujuan. Sehingga
ketika yang kita jadikan sahabat baik dalam hal ini Al Qur an maka
pastilah kita menjadi baik. Oleh karena itu Al Qur an selain menjadi
hukum Islam yang pertama dialah pedoman hidup juga bagi ummat Islam.
Maka tak heran jika generasi sahabat yaitu salafushalih adalah generasi
terbaik sepanjang masa di dunia. Mengapa demikian yak arena mereka para
sahabat menjadikan Al Qur an sebagai sahabat. Mereka adalah generasi
pertama umat ini yang telah mendapat rekomendasi dari Allah dan
RasulNya, telah mendapatkan keredhaan dari Allah Azza Wajalla. Karena
mereka orang-orang yang langsung menerima dan mempelajari agama dari
Rasulullah SAW. Amalan dan Akidah mereka telah disaksikan Rasulullah.
Firman Allah At Taubah 100 : "Orang-orang yang terdahulu lagi yang
pertama-tama(masuk Islam) dari golongan muhajirin dan Anshar dan
orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka
dan merekapun ridha kepada Allah. Dan Allah menyediakan bagi mereka
surge-surga yang mengalir sungai-sungai didalamnya selama-lamanya.
Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar."
Juga Rasulullah bersabda, "Sebaik-baik manusia adalah generasiku kemudian setelahnya, kemudian setelahnya" (Muttafaq ‘Alaih)
Indahnya Kehidupan yang Ikhlas
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
Indahnya Kehidupan Yang Ikhlas. Allah berfirman, yang artinya:
Aku adalah yang paling tidak butuh kepada sekutu-sekutu (tandingan),
maka barangsiapa yang beramal suatu amalan untuku lantas ia menyekutukan
amalannya tersebut (juga) kepada selainku maka Aku tinggalkan dia untuk
yang dia sekutukan (HR. Ibnu Majah 2/1405 no. 4202, dan ia adalah
hadits yang shahih, sebagaimana perkataan Syaikh Abdul Malik
Ar-Romadhoni, adapun dari hadist serupa dari lafal Imam Muslim (4/2289
no 2985) adalah, Aku tinggalkan dia dan kesyirikannya.
Redho dengan Allah SWT sebagai Rabb yang mengatur kehidupannya dan yang memberikannya amanah kehidupan sebagai bekal mengumpulkan amal shaleh.
Mengikhlaskan amal inilah yang seharusnya yang diperhatikan oleh setiap muslim, hendaknya ia tidak menjadikan perhatiannya kepada perkataan manusia sehingga aktivitasnya tergantung dengan komentar manusia, namun hendaknya ia menjadikan perhatiannya kepada Robb manusia, karena yang jadi patokan adalah keridhoan Allah kepadamu (meskipun manusia tidak meridhoimu)
Rosululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda, yang artinya: Sesungguhnya y`ng paling ditakutkan dari apa yang saya takutkan menimpa kalian adalah asy syirkul ashghar (syirik kecil), maka para shahabat bertanya, apa yang dimaksud dengan asy syirkul ashghar? Beliau shalallahu alaihi wasallam menjawab: Ar Riya (HR. Ahmad dari shahabat Mahmud bin Labid no. 27742)
Sesungguhnya hanyalah orang-orang yang beruntung yang memperhatikan gerak-gerik hatinya, yang selalu memperhatikan niatnya. Terlalu banyak orang yang lalai dari hal ini kecuali yang diberi taufik oleh Allah. Orang-orang yg lalai akan memandang kebaikan-kebaikan mereka pada hari kiamat menjadi kejelekan-kejelekan.
Islam Dan Kebersihan
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
Islam adalah agama yang selalu memperhatikan masalah kebersihan
sehingga dalam ajaran Islam terdapat ketentuan-ketentuan yang
mengharuskan seseorang itu wajib mandi dan disamping mandi yang hukumnya
wajib juga dalam ajaran Islam terdapat anjuran untuk melakukan mandi
yang bersifat sunnat, seperti seseorang yang akan menghadiri pelaksanaan
Shalat jum'at di masjid maka disunnatkan mandi terlebih dahulu karena
pelaksanaan shalat jumat adalah secara berkumpul disuatu masjid agar bau
badan tidak menggangu sesama pengunjung masjid maka disunnatkan untuk
mandi dan memekai wangi-wangian demi menyegarkan ruangan tempat ibadah,
begitu juga disunnatkan madi ketika akan wukuf berkumpul di padang
arafat waktu melaksanakan ibadah haji dan lain-lain.















