AnaZ SMPN 23 SbY. Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Cerita Motivasi-Berkat Kejujuran

                                          بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
Ini merupakan sebuah Cerita Motivasi yang cukup menarik tentang sebuah kejujuran. Ya, terkadang kita selalu menganggap remeh sebuah kejujuran, padahal nilainya amat tinggi dan sangat terpuji. Jika kita selalu melakukan hal ini (kejujuran) niscaya kita akan selalu dalam lindunganNya, dimanapaun kita berada. Sikap jujur hendaknya selalu kita tanamkan kepada anak-anak kita sejak dini.

Berikut ini merupakan secuil kisah yang cukup inspiratif mengenai sebuah kejujuran yang dilakukan oleh seorang bocah, berkat kejujurannya ia mampu membuat orang lain sadar dan insaf dari kesalahannya. Silahkan simak Cerita Motivasi berikut ini.


Cerita Motivasi - Berkat Kejujuran

Cerita Motivasi - Berkat Kejujuran
Syeikh Abdul Kadir semasa berusia 18 tahun meminta izin ibunya merantau ke Baghdad untuk menuntut ilmu agama. Ibunya tidak menghalang cita-cita murni Abdul Kadir meskipun keberatan melepaskan anaknya berjalan sendirian beratus-ratus batu.

Sebelum pergi ibunya berpesan supaya jangan berkata bohong dalam apa jua keadaan. Ibunya membekalkan wang 40 dirham dan dijahit di dalam pakaian Abdul Kadir. Selepas itu ibunya melepaskan Abdul kadir pergi bersama-sama satu rombongan yang kebetulan hendak menuju ke Baghdad.

Dalam perjalanan, mereka telah diserang oleh 60 orang penyamun. Habis harta kafilah dirampas tetapi penyamun tidak mengusik Abdul Kadir kerana menyangka dia tidak mempunyai apa-apa. Salah seorang perompak bertanya Abdul Kadir apa yang dia ada. Abdul Kadir menerangkan dia ada wang 40 dirham di dalam pakaiannya. Penyamun itu hairan dan melaporkan kepada ketuanya. Pakaian Abdul Kadir dipotong dan didapati ada wang sebagaimana yang diberitahu.

Ketua penyamun bertanya kenapa Abdul Kadir berkata benar walaupun diketahui wangnya akan dirampas? Abdul Kadir menerangkan yang dia telah berjanji kepada ibunya supaya tidak bercakap bohong walau apa pun yang berlaku. Apabila mendengar dia bercakap begitu, ketua penyamun menangis dan menginsafi kesalahannya. Sedangkan Abdul Kadir yang kecil tidak mengingkari kata-kata ibunya betapa dia yang telah melanggar perintah Allah sepanjang hidupnya. Ketua penyamun bersumpah tidak akan merompak lagi. Dia bertaub`t di hadapan Abdul Kadir diikuti oleh pengikut-pengikutnya.

Moral dan Iktibar :
  • Ilmu Agama perlu dituntut meskipun terpaksa berjalan jauh;
  • Kata-kata ibu menjadi pendorong dan perangsang dalam hidup;
  • Berkata benar adalah satu kekuatan yang boleh memberi keinsafan kepada orang lain;
  • Niat yang baik dan ikhlas mendapat keberkatan daripada Allah.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Istighfar dan muhasabah

                                            بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
Istighfar dan muhasabah ( Introspeksi diri ) Rasulullah SAW merupakan sikap syukur kepada Allah SWT atas nikmat-nikmat yang diberikan sekaligus sebagai contoh untuk umatnya. Nabi SAW adalah pribadi yang ma’shum bebas dari dosa. Meski begitu menurut sebagian ulama’, disamping sebagai uswah, istighfarnya adalah untuk perkara-perakara yang mubah dilakukan Rasulullah SAW, bukan untuk kesalahannya. Maka, kita mestinya lebih banyak lagi melakukan penyadaran diri ini. Karena kita manusia yang tidak ma’shum, tidak memiliki jaminan di akhirat kelak.

Coba bandingkan diri kita dengan Rasulullah SAW, sosok yang sudah jelas-jelas dijamin syurga dan kehidupan akhiratnya oleh Allah. Beliau masuk melakukan introspeksi diri sehari dengan memohon ampunan selama seratus kali (HR. Muslim). Dalam riwayat Imam Bukhari disebut tujuh puluh kali.

Istighfar dan Muhasabah
Jika kita yang manusia biasa, tidak sekalipun bermuhasabah atau introspeksi diri dalam sehari, maka kita sesungguhnya dalam keadaan ’tidur’. Tidak melihat sedang dimana kita, siapa kita dan akan kemana nantinya diri ini. Atau kita adalah orang sombong, sehingga tidak perlu bermuhasah. Umar bin Khattab r.a pernah berkata: "Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab. Timbanglah diri kalian sebelum kalian ditimbang dan berhiaslah kalian untuk menghadapi hari penampakan yang agung." Melakukan muhasabah dalah bertujuan untuk mengetahui berbagai kelemahan, kekurangan, dosa dan kesalahan yang ia lakukan. Sehingga, hal tersebut menjadi evaluasi yang menjadi pendorong menjadi lebih baik lagi.

Bila kesadaran ini kurang, bisa jadi kehidupan kita terkena teguran, atau bisa jadi merupakan azab bila tidak dibawa bertaubat. Karena dosa kecil bila diremehkan akan senantiasa menumpuk. kehidupan akan menjadi sempit, dan dunia akan terus dikepala, karena seharusnya kepada Allahlah kita mencari kebahagiaan dan kemenangan. Disinilah kebahagiaan sejati dan hakiki, bukan semu dan bersifat sementara alias melakukan kegiatan yang merupakan pelarian, karena hanya ditangan Allah sajalah segala sumber kebaikan. Dengan melakukan ketaatan, berjuang menghindari maksiat.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Hikmah Dalam Khusyu Shalat

                                                 بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
Hikmah Dalam Khusyu Shalat. Allah SWT Berfirman : Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu dalam shalatnya [Al-Mukminun : 1-2] Khusyu yang terdapat dalam hati tidak lain dihasilkan dari marifah (Mengenal Ilmu hasil rajinnya ia belajar ilmu Al Islam) tentang Allah Azza wa Jalla dan marifah menghayati tentang kebesaran beserta keagungan-Nya, beserta hakikat tujuan kehidupan untuk mengabdi penuh kepada-Nya, karena kehidupan ini adalah amanah yang besar yang kelak akan dimintai pertanggungan jawab.

Barangsiapa yang semakin mengenal Islam dan berilmu tentang Allah, maka dia makin khusyu terhadap-Nya. Di antara sebab terbesar tercapainya khusyu adalah mentadabburi Kalamullah.

Allah SWT berfirman yang artinya : Sesungguhnya orang-orang yang diberi ilmu sebelumnya apabila Al-Quran dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas wajah mereka sambil bersujud, seraya mereka berkata: Maha Suci Rabb kami, sesungguhnya janji Rabb kami pasti dipenuhi. Dan mereka menyungkur atas wajah mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu [Al-Isra: 107-109]

Menangis karena takut Allah, terbawa kepada khusyu dalam shalat merupakan ruh ibadah shalat tersebut yang mewarnai kehidupannya. Dari takbir, untuk memulai setiap gerakan shalat beneran dihayati bagaimana Allah besar dalam hati dan prilaku yang tunduk. Allah SWT telah menyifati para rasul-Nya dan para hamba-Nya yang shalihin dengan sifat tersebut (khusyu).

Tanda-tanda khusyu terlihat dari mereka yang bersegera melakukan amal shaleh, sesuai yang dicontohkan Nabi-Nabi dan shahabatnya yang merupakan contoh kebenaran mutlak dalam melaksanakan Agama Allah ini.

Allah SWT berfirman artinya: Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada kami dengan harap dan cemas (Takut kepada Allah), dan mereka adalah orang-orang yang khusyu kepada Kami. [Al-Anbiya : 90]

(Ancaman Bagi yang tidak Khusyu)

Allah SWT berfirman artinya: ..mereka tidak mengerjakan sembahyang, melainkan dengan malas dan tidak (pula) menafkahkan (harta) mereka, melainkan dengan rasa enggan. (At-Taubah: 54)

Allah SWT berfirman artinya: Maka celakalah orang-orang shalat, yaitu orang-orang yang lalai dari shalatnya (Al-Maun: 4-5)

Allah SWT berfirman artinya : Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri malas-malasan, mereka memamerkan ibadahnya kepada banyak orang dan tidak mengingat Allah kecuali sangat sedikit (An-Nisa:142).

(Keuntungan Shalat Khusyu)

Allah SWT berfirman artinya : Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu. (Yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.(Al-Baqarah: 45-46).

Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman. (Yaitu) orang-orang yang khusyu dalam sembahyangnya. (Al-Mukminun: 1-2)

(Tanda Khusyu)

Allah SWT berfirman artinya: Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada kami dengan harap dan cemas (Takut kepada Allah), dan mereka adalah orang-orang yang khusyu kepada Kami. [Al-Anbiya` : 90]

Mereka Generasi yang Khusyu

(Ali bin Abi Thalib)

Dan adalah Ali bin Abi Thalib, ketika waktu shalat tiba ia begitu terguncang dan wajahnya pucat. Ada yang bertanya, Ada apa dengan dirimu wahai Amirul Mukminin? ia menjawab, Karena waktu amanah telah datang. Amanah yang disampaikan kepada langit, bumi, dan gunung, lalu mereka sanggup memikulnya dan aku sanggup.

(Umar bin Khathab)

Juga diriwayatkan ketika Umar melewati satu ayat (dalam shalat). Ia seolah tercekik oleh ayat itu dan diam di rumah hingga beberapa hari. Orang-orang menjenguknya karenanya mengiranya sedang sakit.

(Masa Depan)

Rasulullah SAW Bersabda artinya : Hal pertama yang diangkat dari ummat ini adalah khusyu sampai-sampai kamu tidak menemukan seorang pun yang khusyu (Thabrani dengan sanad baik dan dinilai shahih oleh Albani)

Karena hasil shalatnya nyaris tidak nampak dalam kehidupan sehari-hari. Hasil shalat kita berbeda jauh dengan Para Nabi dan shahabatnya mengamalkan kehidupan sesuai Agama Allah ini.

Dari Abu Umamah Al Bahili dari Rasulullah ShallallahualaihiWasallam bersabda: Sungguh ikatan Islam akan terurai simpul demi simpul. Setiap satu simpul terurai maka manusia akan bergantungan pada simpul berikutnya. Yang pertama kali terurai adalah masalah hukum syariat Islam dan yang paling akhir adalah sholat. (AHMAD - 21139)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Efek Blog