AnaZ SMPN 23 SbY. Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

                               

                                       بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

                             Munahakat

Bismillahirohmanirohim…..Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memaknakan dalam haditsnya, menikah adalah menyempurnakan setengah dari agamanya. Ungkapan ini menegaskan betapa pernikahan menduduki posisi yang mulia dalam Islam. Nikah sebagai kata serapan dari bahasa Arab bila ditinjau dari sisi bahasa maknanya menghimpun atau mengumpulkan. Kata ini bisa dimutlakkan pada dua perkara yaitu akad dan jima’ (“hubungan” suami istri). Nah sercara syar’i tuh nikah artinya seorang pria mengadakan akad dengan seorang wanita dengan tujuan agar ia dapat istimta’ (bernikmat-nikmat) dengan si wanita, dapat beroleh keturunan, dan tujuan lain yang merupakan maslahat nikah.
Akad nikah merupakan mitsaq (perjanjian) di antara sepasang suami istri. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَأَخَذْنَ مِنْكُمْ مِيثَاقًا غَلِيظًا
“Dan mereka (para istri) telah mengambil dari kalian (para suami) perjanjian yang kuat.” (An-Nisa`: 21)…
Akad ini mengharuskan masing-masing dari suami dan istri memenuhi apa yang dikandung dalam perjanjian tersebut, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا أَوْفُوا بِالْعُقُودِ


“Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah akad-akad (perjanjian-perjanjian) kalian.” (Al-Ma`idah: 1)
heuheu…yups…pokoknya urusan gini2an mah wajar dan normal buat manusia…siapapun yang ngebaca tlng tanggapi seadanya aja gak usah terlalu berlebihan heuheu..Yups sekarang banyak orang2  memberikan reaksi aneh & berlebihan pada perihal munakahat ada pula yang mensyaratkan macem2 yang susah dimengerti oleh manusi` biasa heuheu ah gak usah dibahas lebih detail..padahal ada dalilnya loh kalo kita tuh mesti nikahin wanita yang kita sukai  nih dalilnya Allah swt berfirman :
فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ
“Nikahilah oleh kalian wanita-wanita yang kalian senangi.” (An-Nisa`: 3)
Yups memang dari pernikahan banyak diperoleh faedah-faedahnya diantaranya

1. Dengan pernikahan akan terjaga kemaluan lelaki dan perempuan, akan menundukkan pandangan keduanya dari melihat apa yang tidak halal dan menjaga diri dari istimta’ (berlezat-lezat) dengan sesuatu yang haram, yang dengan ini akan merusak masyarakat manusia.

2. Menjaga kelestarian umat manusia di muka bumi karena dengan menikah akan lahir generasi-generasi penerus bagi pendahulunya.

3. Memperbanyak umat Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan keturunan yang lahir dalam pernikahan sehingga menambah hamba-hamba Allah Subhanahu wa Ta’ala yang beriman, yang dengannya dapat mewujudkan keinginan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk membanggakan banyaknya umat beliau. Tentunya hal ini akan membuat marah orang-orang kafir dengan lahirnya para mujahidin fi sabilillah yang akan membela agamanya. Di samping juga akan ada saling membantu dalam melakukan pekerjaan dan memakmurkan alam ini.

4. Menjaga nasab, mengikat kekerabatan dan hubungan rahim sebagian mereka dengan sebagian yang lain. Seandainya tidak ada akad nikah dan menjaga kemaluan dengan pernikahan, niscaya akan tersia-siakan nasab dan keturunan manusia. Akibatnya kehidupan di dunia ini menjadi kacau tiada beraturan. Tidak ada saling mewarisi, tidak ada hak dan kewajiban, tidak ada ushul (asal muasal keturunan seseorang), dan tidak ada furu’ (anak keturunan seseorang).

5. Pernikahan akan menumbuhkan kedekatan hati, mawaddah dan rahmah di antara suami istri. Karena yang namanya manusia pasti membutuhkan teman dalam hidupnya yang bisa menyertainya dalam suka duka dan bahagianya.
nih Allah SWT berfirman :
وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, Dia menciptakan untuk kalian istri-istri dari jenis kalian sendiri agar kalian merasa tenang dengannya dan Dia menjadikan mawaddah dan rahmah di antara kalian. Sesungguhnya yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mau berpikir.” (Ar-Rum: 21)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

We seek forgiveness, It Needs

                                       بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

 Forgiveness means to ask God Almighty to the weakness and the dark side as well as the odor we covered by him. Prompts reproduce real beristighfar teaches us that every time an increase in the quality of our self. Both in terms of mental, spiritual, and material science. Seek forgiveness, not just spoken in the mouth, but terhunjam in the liver and is followed by good deeds can erase mistakes. With emphasis on educating our forgiveness sentence to always align and purify our intentions and deeds.We seek forgiveness, It NeedsAllah He will say, "And whosoever does evil and tortured him, then he ask forgiveness of Allah, he found Allah Forgiving, Most Merciful." (Surah An-Nisa (110).


Lots of sentences forgiveness coupled with repentance, forgiveness means here the expression for oral and beg for forgiveness with repentance, an expression of innocent of sin with a heart and limb. Laws like the law of prayer asking forgiveness. If He wishes he granted it and forgive the perpetrator, especially if out of a sincere confession, or done at efficacious (granted), like the dawn of time, completed the obligatory prayers. And seek forgiveness, it is best to begin by praising him confess all the sins and seek forgiveness of Him."From Abu Hurairah ra from the Prophet that he said: By Allah I'm really sorry to God and confess Him as much as 70 times a day." (Narrated by Bukhari & Muslim).If a slave hoping to bring the heart, purify obedience to Him and perfect its terms and eliminate the barrier, even though all my sins pile sky, then He will forgive him.Al-Hasan said: Expand forgiveness in your houses and your food on the table, and dijalanmu, in your market and in majlismu and wherever you are, because you really do not know when the fall of forgiveness.Qotadah Imam said: Verily this Qur'an to show you on your illness and your medicine, as for the sins of the illness is that you do and your medicine is forgiveness.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Efek Blog