AnaZ SMPN 23 SbY. Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Balasan Allah SWT

                                           بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
      Seorang beriman melakukan suatu kegiatan maka di dalam hatinya hadir harapan untuk meraih hasil kegiatannya di dunia sekaligus di akhirat. Dan Nabi menjamin bahwa kedua kebaikan ini pasti didapat oleh seorang mu’min sebagai balasan atas kegiatannya itu. Adapun seorang kafir boleh jadi mendapat balasan perbuatannya di dunia, namun di akhirat ia tidak akan memperoleh balasan apapun selain siksaan dan penderitaan berkepanjangan. Semua itu dialaminya sebagai akibat dari kekafirannya kepada Allah dan agama Allah.

Balasan Allah SWT
Berikut hadist yang berarti, Rasulullah SAW Bersabda, "Sesungguhnya Allah tidak menganiaya (mengurangi) seorang mu'min hasanatnya, diberinya di dunia dan dibalas di akhirat. Adapun orang kafir, maka diberi itu sebagai ganti dari kebaikan yang dilakukannya di dunia, sehingga jika kembali kepada Allah, tidak ada baginya suatu hasanat untuk mendapatkan balasannya." (Muslim 5022)

Rasulullah SAW Bersabda, "Seorang kafir jika berbuat kebaikan di dunia, maka segera diberi balasannya di dunia.Adapun orang mu'min jika berbuat kebajikan, maka tersimpan pahalanya diakhirat di samping rizqi yang diterimanya di dunia atas keta'atannya." (Muslim 5023)

Persis seperti kelakuan pasukan Israel yang mengira bahwa mereka memperoleh kemenangan dengan membantai rakyat Palestina menggunakan mesin perang modern buatan AS. Mereka berbuat sekehendaknya dan merasa penuh kuasa tanpa rasa bersalah sedikitpun menghabisi anak-anak dan kaum wanita Palestina. Mereka berbuat demikian karena hanya memahami kehidupan sebatas dunia fana ini. Mereka samasekali tidak peduli dan tidak percaya akan adanya kehidupan akhirat.

Kalaupun mereka dianggap menang sesungguhnya kemenangannya sebatas di dunia belaka. Sedangkan di akhirat nanti mereka ditunggu oleh siksa api neraka.
Balasan Allah SWT
"Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka Jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir."(QS Al-Israa ayat 18)

Allah SWT Berfirman artinya,"Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan" (QS Hud15-16)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Istighfar dan muhasabah

                                                                 بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
     Istighfar dan muhasabah ( Introspeksi diri ) Rasulullah SAW merupakan sikap syukur kepada Allah SWT atas nikmat-nikmat yang diberikan sekaligus sebagai contoh untuk umatnya. Nabi SAW adalah pribadi yang ma’shum bebas dari dosa. Meski begitu menurut sebagian ulama’, disamping sebagai uswah, istighfarnya adalah untuk perkara-perakara yang mubah dilakukan Rasulullah SAW, bukan untuk kesalahannya. Maka, kita mestinya lebih banyak lagi melakukan penyadaran diri ini. Karena kita manusia yang tidak ma’shum, tidak memiliki jaminan di akhirat kelak.

Coba bandingkan diri kita dengan Rasulullah SAW, sosok yang sudah jelas-jelas dijamin syurga dan kehidupan akhiratnya oleh Allah. Beliau masuk melakukan introspeksi diri sehari dengan memohon ampunan selama seratus kali (HR. Muslim). Dalam riwayat Imam Bukhari disebut tujuh puluh kali.

Istighfar dan Muhasabah
Jika kita yang manusia biasa, tidak sekalipun bermuhasabah atau introspeksi diri dalam sehari, maka kita sesungguhnya dalam keadaan ’tidur’. Tidak melihat sedang dimana kita, siapa kita dan akan kemana nantinya diri ini. Atau kita adalah orang sombong, sehingga tidak perlu bermuhasah. Umar bin Khattab r.a pernah berkata: "Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab. Timbanglah diri kalian sebelum kalian ditimbang dan berhiaslah kalian untuk menghadapi hari penampakan yang agung." Melakukan muhasabah dalah bertujuan untuk mengetahui berbagai kelemahan, kekurangan, dosa dan kesalahan yang ia lakukan. Sehingga, hal tersebut menjadi evaluasi yang menjadi pendorong menjadi lebih baik lagi.

Bila kesadaran ini kurang, bisa jadi kehidupan kita terkena teguran, atau bisa jadi merupakan azab bila tidak dibawa bertaubat. Karena dosa kecil bila diremehkan akan senantiasa menumpuk. kehidupan akan menjadi sempit, dan dunia akan terus dikepala, karena seharusnya kepada Allahlah kita mencari kebahagiaan dan kemenangan. Disinilah kebahagiaan sejati dan hakiki, bukan semu dan bersifat sementara alias melakukan kegiatan yang merupakan pelarian, karena hanya ditangan Allah sajalah segala sumber kebaikan. Dengan melakukan ketaatan, berjuang menghindari maksiat.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Semua Pintu Surga

                                                                  بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
           Dari Abu Hurairah r.a., ia berkata bahwa Rasulullah Saw. bersabda, Barangsiapa berinfak dengan sepasang (kuda, unta, dan sebagainya) di jalan Allah, maka di surga ia dipanggil: Barangsiapa termasuk ahli shalat, maka ia dipanggil dari pintu shalat. Barangsiapa termasuk ahli jihad, maka ia dipanggil dari pintu jihad.

Semua Pintu Surga
Barangsiapa termasuk ahli sedekah, maka ia dipanggil dari pintu sedekah. Dan barangsiapa termasuk ahli puasa, maka ia dipanggil dari pintu Rayyan. Abu Bakar Al-Shidiq bertanya, Wahai Rasulullah, apakah setiap orang pasti dipanggil dari pintu-pintu tersebut. Apakah mungkin seseorang dipanggil dari semua pintu? Rasulullah Saw. bersabda, Ya, dan aku berharap engkau termasuk di antara mereka (yang dipanggil dari semua pintu). (HR. Muslim)

Sedekah yang diberikan oleh seseorang bisa membuat pelakunya dipanggil dari pintu sedekah di surga. Demikian pula dengan orang yang ahli shalat, ahli jihad, atau ahli puasa akan dipanggil dari pintu sesuai dengan amalnya masing-masing ketika di surga. Dan, alangkah bahagianya bagi orang yang dipanggil dari semua pintu di surga. Panggilan itu dilakukan karena seseorang telah mempunyai tiket masuk. Sungguh, panggilan untuk memasuki pintu surga adalah nikmat yang teramat besar.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kunci Kejayaan Hakiki

                                                                 بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ 
           Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang mampu mensejahterakan rakyatnya hanya dalam tempo dua tahun. Apa kuncinya? Karena beliau menggunakan Al-Qur’an dan Sunnah untuk membangun negerinya. Mengapa kita yang belakangan ini justru meniru yang lain? Tidak ada kemenangan kecuali dengan sepenuh hati ittiba’ kepada Rasulullah Shalallaahu 'Alaihi Wasallam (صلى الله عليه و سلم). Termasuk dalam upaya meraih masa depan cemerlang, kemenangan dan kejayaan. Selain itu jika kita tidak ittiba’ kepada nabi maka kita akan mengalami nasib seperti kata pribahasa "bak air di atas daun talas". Tidak pernah akan sampai pada tujuan apalagi menang. Sebagaimana peradaban Barat yang tak pernah selesai dalam menemukan kebenaran dan selalu mengikuti perubahan termasuk dalam soal keyakinan sekalipun.

Kunci Kejayaan Hakiki
Kewajiban kita semua secara pribadi dan kolektif untuk kembali mentadabburi al-Qur’an, meyakininya dan menderivasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Sebab dengan hanya seperti itu saja, kita akan terjaga dari kesesatan dan kerugian selama-lamanya dan akan memperoleh kemenangan besar berupa keridhoan Allah SWT.

Hal itulah yang berhasil ditampilkan oleh generasi awal Islam. Allah berfirman;


وَالسَّابِقُونَ الأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالأَنصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُم بِإِحْسَانٍ رَّضِيَ اللّهُ عَنْهُمْ وَرَضُواْ عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَداً ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

"Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar." (QS. 9 : 100).

Rasulullah juga bersabda, "Sebaik baik generasi adalah generasi di masa keberadaanku, kemudian generasi berikutnya, kemudian generasi berikutnya." (HR Imam Ahmad, Bukhari, Muslim)

Rasulullah bersabda; "Aku tinggalkan ditengah-tengah kalian dua perkara. Selama kalian berpegang teguh dengan keduanya tidak akan tersesat selama-lamanya, yaitu Kitabullah (al-Qur’an) dan Sunnahku (hadits)." (HR. Malik; Al-Hakim & Baihaqi).

Akan tetapi jika kita tidak melakukan apa yang telah dilakukan umat terbaik itu, maka sungguh derita kita sebagai seorang Muslim dan bangsa Indonesia sebagai komunitas Muslim terbesar dunia tak akan pernah berujung berakhir bahkan mungkin bisa sampai di alam akhirat.

وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكاً وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى

Sebagaimana firman-Nya; “Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta." (QS. 20 : 124).

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Efek Blog