بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
Seorang beriman melakukan suatu kegiatan maka di dalam hatinya hadir
harapan untuk meraih hasil kegiatannya di dunia sekaligus di akhirat.
Dan Nabi menjamin bahwa kedua kebaikan ini pasti didapat oleh seorang
mu’min sebagai balasan atas kegiatannya itu. Adapun seorang kafir boleh
jadi mendapat balasan perbuatannya di dunia, namun di akhirat ia tidak
akan memperoleh balasan apapun selain siksaan dan penderitaan
berkepanjangan. Semua itu dialaminya sebagai akibat dari kekafirannya
kepada Allah dan agama Allah.
Rasulullah SAW Bersabda, "Seorang kafir jika berbuat kebaikan di dunia, maka segera diberi balasannya di dunia.Adapun orang mu'min jika berbuat kebajikan, maka tersimpan pahalanya diakhirat di samping rizqi yang diterimanya di dunia atas keta'atannya." (Muslim 5023)
Persis seperti kelakuan pasukan Israel yang mengira bahwa mereka memperoleh kemenangan dengan membantai rakyat Palestina menggunakan mesin perang modern buatan AS. Mereka berbuat sekehendaknya dan merasa penuh kuasa tanpa rasa bersalah sedikitpun menghabisi anak-anak dan kaum wanita Palestina. Mereka berbuat demikian karena hanya memahami kehidupan sebatas dunia fana ini. Mereka samasekali tidak peduli dan tidak percaya akan adanya kehidupan akhirat.
Kalaupun mereka dianggap menang sesungguhnya kemenangannya sebatas di dunia belaka. Sedangkan di akhirat nanti mereka ditunggu oleh siksa api neraka.
Allah SWT Berfirman artinya,"Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan" (QS Hud15-16)









