بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang mampu mensejahterakan rakyatnya
hanya dalam tempo dua tahun. Apa kuncinya? Karena beliau menggunakan
Al-Qur’an dan Sunnah untuk membangun negerinya. Mengapa kita yang
belakangan ini justru meniru yang lain? Tidak ada kemenangan kecuali
dengan sepenuh hati ittiba’ kepada Rasulullah Shalallaahu 'Alaihi
Wasallam (صلى الله عليه و سلم). Termasuk dalam upaya meraih masa depan
cemerlang, kemenangan dan kejayaan. Selain itu jika kita tidak ittiba’
kepada nabi maka kita akan mengalami nasib seperti kata pribahasa "bak air di atas daun talas".
Tidak pernah akan sampai pada tujuan apalagi menang. Sebagaimana
peradaban Barat yang tak pernah selesai dalam menemukan kebenaran dan
selalu mengikuti perubahan termasuk dalam soal keyakinan sekalipun.
Hal itulah yang berhasil ditampilkan oleh generasi awal Islam. Allah berfirman;
"Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar." (QS. 9 : 100).
Rasulullah juga bersabda, "Sebaik baik generasi adalah generasi di masa keberadaanku, kemudian generasi berikutnya, kemudian generasi berikutnya." (HR Imam Ahmad, Bukhari, Muslim)
Rasulullah bersabda; "Aku tinggalkan ditengah-tengah kalian dua perkara. Selama kalian berpegang teguh dengan keduanya tidak akan tersesat selama-lamanya, yaitu Kitabullah (al-Qur’an) dan Sunnahku (hadits)." (HR. Malik; Al-Hakim & Baihaqi).
Akan tetapi jika kita tidak melakukan apa yang telah dilakukan umat terbaik itu, maka sungguh derita kita sebagai seorang Muslim dan bangsa Indonesia sebagai komunitas Muslim terbesar dunia tak akan pernah berujung berakhir bahkan mungkin bisa sampai di alam akhirat.
Sebagaimana firman-Nya; “Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta." (QS. 20 : 124).







0 komentar:
Posting Komentar