AnaZ SMPN 23 SbY. Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Standarisasi Bersahabat dengan AL-Qur'an

                                    بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ


    Al Qur an selain dibaca dan direnungkan juga perlu untuk dihafal. Dipindahkan dari tulisan kedalam dada, karena hal ini merupakan ciri khas orang-orang yang diberi ilmu, juga sebagai tolak ukur keimanan hati seseorang. Allah SWT berfirman : "Sebenarnya Al Qur an adalah ayat-ayat yang jelas didalam dada-dada orang yang diberi ilmu, dan tidaklah mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang yang dzalim" (QS 29:49), Juga sabda Rasulullah "Sesungguhnya orang yang di dalam dadanya tidak terdapat ayat dari Al Qur an, bagaikan rumah yang tidak berpenghuni."(HR At Tirmidzi)

Sebagai seorang muslim, tentu urusan mengamalkan isi Al-Quran sud`h menjadi harga mati. Sebab Al-Quran bukan sekedar kitab untuk dibaca saja, tetapi lebih dari itu, Al-Quran adalah petunjuk hidup.

Allah SWT berfirman:
"Dan demikianlah Kami menurunkan Al-Qur'an dalam bahasa Arab, dan Kami telah menerangkan dengan berulang kali, di dalamnya sebahagian dari ancaman, agar mereka bertakwa atau Al-Qur'an itu menimbulkan pengajaran bagi mereka".(QS. Thaha: 113)

Standarisasi Bersahabat Dengan Al Qur'anMengapa harus Al qur an? Yang pertama dijawab adalah karena Al Qur an adalah kalam Allah, tidak ada sedikitpun perkataan manusia, bahkan ketika manusia di tantang untuk membuat satu suratpun tak akan bisa, karena Al Qur an dibuat dan diturunkan dengan ilmu Allah. Perhatikanlah Firman Allah berikut ini : "Dan sesungguhnya al-Qur'an ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam . dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin, ke dalam hatimu agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yangmemberi peringatan," (QS. 26:192-194)

Kelak kita akan dihisab, ketika tubuh dan seluruh anggotanya kita gunakan untuk berinteraksi dengan Al Quran, maka Allahpun ikut bangga dan senang. Namun sebaliknya jika tubuh dan seluruh anggotanya lebih banyak untuk bermaksiyat maka rugilah kita. Firman Allah dalam QS Yaa Siiiiiin 65 : "Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan."

Mengapa harus menjadi sahabat Al Qur an? Ya karena kita adalah muslim, dan sepantasnyalah menjadikan apa-apa yang baik menjadi sahabatnya. Sahabat diartikan yang selalu menyatt, satu irama, satu tujuan. Sehingga ketika yang kita jadikan sahabat baik dalam hal ini Al Qur an maka pastilah kita menjadi baik. Oleh karena itu Al Qur an selain menjadi hukum Islam yang pertama dialah pedoman hidup juga bagi ummat Islam.

Maka tak heran jika generasi sahabat yaitu salafushalih adalah generasi terbaik sepanjang masa di dunia. Mengapa demikian yak arena mereka para sahabat menjadikan Al Qur an sebagai sahabat. Mereka adalah generasi pertama umat ini yang telah mendapat rekomendasi dari Allah dan RasulNya, telah mendapatkan keredhaan dari Allah Azza Wajalla. Karena mereka orang-orang yang langsung menerima dan mempelajari agama dari Rasulullah SAW. Amalan dan Akidah mereka telah disaksikan Rasulullah.

Firman Allah At Taubah 100 : "Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama(masuk Islam) dari golongan muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah. Dan Allah menyediakan bagi mereka surge-surga yang mengalir sungai-sungai didalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar."

Juga Rasulullah bersabda, "Sebaik-baik manusia adalah generasiku kemudian setelahnya, kemudian setelahnya" (Muttafaq ‘Alaih)


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Indahnya Kehidupan yang Ikhlas

                                             بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ 
       Indahnya Kehidupan Yang Ikhlas. Allah berfirman, yang artinya: Aku adalah yang paling tidak butuh kepada sekutu-sekutu (tandingan), maka barangsiapa yang beramal suatu amalan untuku lantas ia menyekutukan amalannya tersebut (juga) kepada selainku maka Aku tinggalkan dia untuk yang dia sekutukan (HR. Ibnu Majah 2/1405 no. 4202, dan ia adalah hadits yang shahih, sebagaimana perkataan Syaikh Abdul Malik Ar-Romadhoni, adapun dari hadist serupa dari lafal Imam Muslim (4/2289 no 2985) adalah, Aku tinggalkan dia dan kesyirikannya.

Indahnya Kehidupan Yang Ikhlas
Ikhlas adalah menjadikan tujuan hanyalah untuk Allah tatkala beribadah, yaitu jika engkau sedang beribadah maka hatimu dan wajahmu engkau arahkan kepada Allah bukan kepada manusia. Ikhlas juga hanya meluruskan niat dan hanya mengambil Al Qur'an. Dan Sunnah sebagai pedoman karena Allah SWT, karena itulah yang diinginkan Allah SWT.

Redho dengan Allah SWT sebagai Rabb yang mengatur kehidupannya dan yang memberikannya amanah kehidupan sebagai bekal mengumpulkan amal shaleh.

Mengikhlaskan amal inilah yang seharusnya yang diperhatikan oleh setiap muslim, hendaknya ia tidak menjadikan perhatiannya kepada perkataan manusia sehingga aktivitasnya tergantung dengan komentar manusia, namun hendaknya ia menjadikan perhatiannya kepada Robb manusia, karena yang jadi patokan adalah keridhoan Allah kepadamu (meskipun manusia tidak meridhoimu)

Rosululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda, yang artinya: Sesungguhnya y`ng paling ditakutkan dari apa yang saya takutkan menimpa kalian adalah asy syirkul ashghar (syirik kecil), maka para shahabat bertanya, apa yang dimaksud dengan asy syirkul ashghar? Beliau shalallahu alaihi wasallam menjawab: Ar Riya (HR. Ahmad dari shahabat Mahmud bin Labid no. 27742)

Sesungguhnya hanyalah orang-orang yang beruntung yang memperhatikan gerak-gerik hatinya, yang selalu memperhatikan niatnya. Terlalu banyak orang yang lalai dari hal ini kecuali yang diberi taufik oleh Allah. Orang-orang yg lalai akan memandang kebaikan-kebaikan mereka pada hari kiamat menjadi kejelekan-kejelekan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Islam Dan Kebersihan

                                                             بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
      Islam adalah agama yang selalu memperhatikan masalah kebersihan sehingga dalam ajaran Islam terdapat ketentuan-ketentuan yang mengharuskan seseorang itu wajib mandi dan disamping mandi yang hukumnya wajib juga dalam ajaran Islam terdapat anjuran untuk melakukan mandi yang bersifat sunnat, seperti seseorang yang akan menghadiri pelaksanaan Shalat jum'at di masjid maka disunnatkan mandi terlebih dahulu karena pelaksanaan shalat jumat adalah secara berkumpul disuatu masjid agar bau badan tidak menggangu sesama pengunjung masjid maka disunnatkan untuk mandi dan memekai wangi-wangian demi menyegarkan ruangan tempat ibadah, begitu juga disunnatkan madi ketika akan wukuf berkumpul di padang arafat waktu melaksanakan ibadah haji dan lain-lain.

Islam dan Kebersihan
Dari sinilah dapat diketahui bahwa Islam selalu menjaga kebersihan dan kelestarian pergaulan kemasyarakatan, dan bersih adalah pangkal sehat, disamping itu juga ada beberapa hikmah diwajibnya mandi karena sebab-sebab tertentu, misalnya dengan keluarnya air mani atau dengan selesainya masa haids dan nifas huga setelah melahirkan. Hal itu semua bukan semata-mata hanya untuk membersihkan badan saja melinkan ada hikmah yang lebih besar yaitu memulihkan kembali kekuatan dan kesegaran badan, karena seseorang apabila telah keluar air maninya atau telah melahirkan juga setelah selesai masa haids dan nifas maka akan merasa lemah, dari itu perlu ada pemulihan tenaga yaitu antara lain dengan mandi meratakan air keseluruh badan, inilah diantara hikmah mandi yang dapat kita ketahui disamping hikmah-hikmah yang cukup banyak.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Efek Blog