بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
Indahnya Kehidupan Yang Ikhlas. Allah berfirman, yang artinya:
Aku adalah yang paling tidak butuh kepada sekutu-sekutu (tandingan),
maka barangsiapa yang beramal suatu amalan untuku lantas ia menyekutukan
amalannya tersebut (juga) kepada selainku maka Aku tinggalkan dia untuk
yang dia sekutukan (HR. Ibnu Majah 2/1405 no. 4202, dan ia adalah
hadits yang shahih, sebagaimana perkataan Syaikh Abdul Malik
Ar-Romadhoni, adapun dari hadist serupa dari lafal Imam Muslim (4/2289
no 2985) adalah, Aku tinggalkan dia dan kesyirikannya.
Redho dengan Allah SWT sebagai Rabb yang mengatur kehidupannya dan yang memberikannya amanah kehidupan sebagai bekal mengumpulkan amal shaleh.
Mengikhlaskan amal inilah yang seharusnya yang diperhatikan oleh setiap muslim, hendaknya ia tidak menjadikan perhatiannya kepada perkataan manusia sehingga aktivitasnya tergantung dengan komentar manusia, namun hendaknya ia menjadikan perhatiannya kepada Robb manusia, karena yang jadi patokan adalah keridhoan Allah kepadamu (meskipun manusia tidak meridhoimu)
Rosululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda, yang artinya: Sesungguhnya y`ng paling ditakutkan dari apa yang saya takutkan menimpa kalian adalah asy syirkul ashghar (syirik kecil), maka para shahabat bertanya, apa yang dimaksud dengan asy syirkul ashghar? Beliau shalallahu alaihi wasallam menjawab: Ar Riya (HR. Ahmad dari shahabat Mahmud bin Labid no. 27742)
Sesungguhnya hanyalah orang-orang yang beruntung yang memperhatikan gerak-gerik hatinya, yang selalu memperhatikan niatnya. Terlalu banyak orang yang lalai dari hal ini kecuali yang diberi taufik oleh Allah. Orang-orang yg lalai akan memandang kebaikan-kebaikan mereka pada hari kiamat menjadi kejelekan-kejelekan.







0 komentar:
Posting Komentar