بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
Siapakah manusia yang ditinggalkan? Siapakah dia? Apakah dia manusia
yang kesepian, tidak memiliki teman, hidup di pedalaman, tersisih dari
pergaulan, diabaikan manusia? Tidak, wahai saudaraku. Manusia yang
ditinggalkan adalah mereka yang sibuk dengan urusannya sendiri, lalu dia
mengabaikan urusan Islam, kemudian Allah pun meninggalkan dirinya.
Alangkah malangnya manusia yang tidak diberi jalan untuk menolong agama
Allah. Dia memiliki harta, tapi sangat berat mengeluarkan infak. Dia
memiliki gedung-gedung, rumah-rumah megah, fasilitas luar biasa, tetapi
disana sama sekali tidak pernah terdengar agama Allah ditolong di
dalamnya.
Allah SWT Berfirman : Katakanlah: Jika (1) bapak-bapak, (2) anak-anak, (3) saudara-saudara, (4) istri-istri, (5) kaum keluargamu, (6) harta kekayaan yang kamu usahakan, (7) perdagangan yang kamu takuti kerugiannya, dan (8)rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjuang di jalan-Nya,maka TUNGGULAH sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang FASIK. ( Surah At-Taubah Ayat : 24)
Rasulullah SAW Bersabda : Ujian yang menimpa seseorang pada keluarga, harta, jiwa, anak, dan tetangganya bisa hapus dengan shalat, puasa, sedekah dan nahi munkar (HR. Bukhari dan Muslim). Sumber : Yusuf Mansur Network







0 komentar:
Posting Komentar